Empat medali perunggu senior diraih oleh Vallensia Fahira Hotmauli (Modern MMA 54 kg putri), Dwi Ani Retno Wulan (Traditional MMA 54 kg putri), Panca Julian Saputra (Traditional MMA 60 kg putra), dan Ananda Wahyu Setyo Prabowo (Traditional MMA 77 kg putra).

Satu perunggu kategori junior diraih oleh Manayra Maritza Hersianti Siagian di kelas Modern MMA 50 kg putri.

Ananda Wahyu Setyo Prabowo harus bertanding dalam kondisi cedera lebam dan bengkak parah pada mata kanan akibat benturan kepala dengan atlet Taiwan di babak perempat final.

>>> Como 1907 Cetak Sejarah Lolos ke Liga Champions

"Untungnya saya masih bisa menang lawan Taiwan itu. Tapi di semifinal, luka di mata saya ini mengganggu pengelihatan sehingga saya kalah melawan atlet Kirgistan.

Saya kena satu pukulan pertama langsung blur pengelihatan. Makanya cuma dapat perunggu," papar Ananda.

Atlet Indonesia lainnya seperti Gibran Alfarizi, Yosua Pratama Purba, Firman Muharram Syach, dan Yusni Nurhayati Hutasoit juga menembus posisi lima besar di kelas masing-masing.

Apresiasi Federasi

Rombongan timnas MMA Indonesia telah mendarat kembali di Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, pada Selasa (26/5/2026).

Mereka disambut langsung oleh Sekretaris Jenderal PB Pertacami Rafiq Radinal.

"Hari ini kita menyambut atlet-atlet MMA yang berjumlah 13 orang dari Uzbekistan. Kita mampu memenuhi target disana dengan raihan tujuh medali," ujar Rafiq.

Pihak federasi menilai performa di tingkat Asia ini memegang peran vital sebagai fondasi yang sangat baik untuk menghadapi kejuaraan multievent internasional mendatang.

"Ajang ini juga menjadi kualifikasi ke Asian Games dan AIMAG. Jadi prestasinya sudah bagus dan mudah-mudahan bisa lebih baik lagi," tambah Rafiq.