Modul kamera belakang ditempatkan pada area bodi yang bergerak selaras dengan komponen sliding. Sistem ini menjaga ketebalan bodi tetap minim karena kamera tidak diposisikan di atas panel gulung.

Samsung juga menyertakan sensor khusus untuk mendeteksi jarak perluasan dan kecepatan pergerakan panel. Fitur ini memudahkan pengguna mengatur ritme membuka dan menggeser layar sliding secara presisi.

Tantangan Teknis dan Rekam Jejak Inovasi

Teknologi dalam paten ini masih berstatus konsep dan belum menjadi produk retail. Samsung secara berkala mendaftarkan berbagai gagasan futuristis, meski tidak semuanya diimplementasikan ke produk komersial.

Ponsel rollable masih menghadapi kendala teknis seperti ketahanan komponen mekanis, ruang baterai, sistem penggulungan panel, dan keandalan jangka panjang.

Meski demikian, Samsung Display telah mendemonstrasikan prototipe layar rollable dan slidable di ajang CES dan MWC.

Ini bukan pertama kalinya Samsung mengembangkan konsep layar gulung.

Pada 2022, perusahaan mendaftarkan desain ponsel dengan panel dapat digulung ke World Intellectual Property Organization dengan tiga variasi orientasi: tarikan vertikal ke bawah, tarikan horizontal ke samping, dan mekanisme horizontal dengan kamera pada panel yang dapat ditarik.

>>> 3 HP Android dengan Kamera Setara iPhone 17 Pro Max untuk Konten

Pada 2024, Samsung mematenkan gawai dengan panel yang dapat diperlebar melalui geser atau tarikan vertikal ke atas, serta dilengkapi sensor pendeteksi kualitas udara.