Penyerang Manchester City, Erling Haaland, berhasil melampaui catatan gol dan koleksi gelar Sepatu Emas milik Cristiano Ronaldo di Premier League.

Prestasi ini diraih setelah musim kompetisi 2025/2026 berakhir pada Minggu, 24 Mei 2026.

>>> Como 1907 Hadapi Cremonese demi Tiket Liga Champions di Pekan Pamungkas

Haaland memenangkan gelar pencetak gol terbanyak musim ini dengan 27 gol dari 35 penampilan. Ia unggul dari striker Brentford, Igor Thiago, yang mengemas 22 gol.

Keberhasilan ini membuat Haaland meraih gelar Sepatu Emas ketiganya dalam empat musim di Inggris.

Sementara itu, Cristiano Ronaldo hanya pernah memenangkan satu gelar serupa saat membela Manchester United pada musim 2007-2008.

Secara keseluruhan, striker asal Norwegia itu kini telah mengumpulkan 112 gol di Premier League sejak bergabung dengan Manchester City empat tahun lalu.

Jumlah tersebut melewati total 103 gol milik Ronaldo dari delapan musim penampilannya di kompetisi yang sama.

>>> Almeria Gagal Raih Tiket Promosi Langsung Usai Tumbang dari Real Sporting

Dalam karier global, Ronaldo masih unggul dengan enam gelar top skor liga di empat negara berbeda.

Haaland baru mengoleksi tiga Sepatu Emas Premier League setelah sebelumnya gagal menjadi pencetak gol terbanyak di Bundesliga dan Bundesliga Austria.

Haaland kini hanya berjarak satu gelar untuk menyamai rekor Thierry Henry dan Mohamed Salah. Keduanya memegang catatan Sepatu Emas Premier League terbanyak sepanjang sejarah dengan koleksi empat trofi.

Meski meraih kesuksesan individu, ketajaman Haaland gagal membawa Manchester City mempertahankan gelar juara. Arsenal keluar sebagai kampiun liga untuk pertama kalinya dalam 22 tahun terakhir.

Haaland absen akibat tidak masuk skuad saat Manchester City kalah 1-2 dari Aston Villa di laga pamungkas. Kekalahan itu menandai akhir dari 10 tahun era kepelatihan Pep Guardiola.

>>> Kericuhan Suporter Tunda Derby Torino vs Juventus, Delapan Orang Ditangkap

Setelah ini, Haaland akan membela tim nasional Norwegia di Piala Dunia. Ia kemudian kembali ke klub untuk memulai era baru di bawah asuhan Enzo Maresca.