"Kena getahnya kasus katering Marwah di kawinan. Dari semalam dapat teror WA dan telepon jam 2 dini hari dari OTK, juga dapat bintang 1 di Google untuk yang kesekian kali padahal sudah mencantumkan tidak terima katering nikahan," tulisnya.

Pemilik katering berinisial Mcl itu menyayangkan tindakan sejumlah netizen yang langsung menyerang tanpa memastikan identitas usaha terlebih dahulu.

Ia menegaskan nama Marwah cukup umum dipakai sebagai nama usaha di Indonesia. Karena itu, menurutnya, tudingan dan serangan yang diarahkan ke pihak yang salah menunjukkan kurangnya ketelitian.

"Marwah itu nama yang umum di Indonesia dan netizen dengan percaya dirinya main teror dan kasih bintang dengan membabi buta begitu menunjukkan minim literasi. Padahal sekarang ada pasal pencemaran nama baik yang bisa dipakai untuk melaporkan," lanjutnya.

Mcl juga meminta warganet lebih berhati-hati sebelum meninggalkan ulasan negatif atau menuduh pihak tertentu di media sosial.

Ia bahkan sempat mengunggah tangkapan layar akun-akun yang disebut menyerangnya, termasuk salah satu pengguna Google Review yang memberikan ulasan bintang satu dengan tudingan bahwa komentar pengantin dihapus.

Dalam unggahan lainnya, pemilik usaha tersebut mengaku emosional karena bisnis katering yang dibangunnya dirintis dengan kerja keras selama bertahun-tahun.

Pada Sabtu, 24 Mei 2026, ia menyebut dua orang yang sebelumnya meneror akhirnya menyampaikan permintaan maaf lewat media sosial dan pesan pribadi.

Meski demikian, ia tetap berharap masyarakat tidak gegabah saat melontarkan tuduhan terhadap pihak yang belum tentu terlibat.

Sementara itu, hingga kini belum ada kepastian mengenai keberadaan pemilik Marwah Service Catering di Jakarta Timur yang diduga terkait kasus WO tersebut. Gudang milik vendor itu sempat didatangi massa, namun hanya ditemukan ibu pemilik bersama anak kecil di lokasi.