Saya memahami bahwa sepak bola modern telah banyak berubah. Uang yang berbicara dan pemain adalah rajanya," kata Marian Mihail.

Eks pelatih PSS Sleman itu kini fokus mempersiapkan masa depan tim menyongsong kompetisi kasta kedua musim depan. "Kami harus bermain di Liga 2 musim depan.

Mereka mencoba yang terbaik untuk membangun tim," ucap Marian Mihail.

Dia bertekad memaksimalkan potensi talenta lokal asli Biak. "Kami memberikan kesempatan kepada pemain Biak.

Saya optimis kami bisa membangun tim yang kompetitif dengan identitas yang jelas dan semangat Biak," tuturnya.

Rencana jangka panjang dirancang dengan target mengembalikan klub menjadi kekuatan yang lebih solid.

"Jika kami kembali musim depan atau dalam dua atau tiga tahun lagi, kami akan menjadi tim yang jauh lebih baik," kata Marian Mihail.

Inspirasi kebangkitan diambil dari Bhayangkara yang sempat turun kasta ke Liga 2 pada musim 2024/2025.

"Satu tahun lalu mereka ada di Liga 2, musim ini mereka finis di peringkat kelima. Ini fantastis," ujar Marian Mihail.

Gelandang muda PSBS Biak, Yano Putra, juga mengakui beratnya pertandingan. "Ini pertandingan kedua saya di Liga 1.

>>> Inter Milan Imbangi Bologna 3-3 di Laga Penutup Serie A

Berat karena kebanyakan pemain muda dan lokal, kami kehilangan pemain asing. Tapi kami terus bekerja," katanya.