Yasinta Moiwend Minta Film Pesta Babi Dihentikan, Klaim Namanya Dicatut Tanpa Izin

Tokoh masyarakat adat Malind dari Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend, mengaku tidak pernah memberikan persetujuan untuk terlibat dalam film berjudul Pesta Babi. Ia menyatakan namanya dicatut dan tampil dalam film tanpa pemberitahuan.

Dalam pernyataan video yang beredar pada Minggu, 25 Mei 2026, Yasinta mengaku terkejut saat mengetahui wajah dan dirinya dimasukkan ke dalam film tersebut.

“Saya kaget, ditampilkan saya di film. Apa saya boneka atau ukiran Asmat, ditampilkan tanpa sepengetahuan saya dan izin saya. Saya kecewa sekali,” ujar Yasinta.

>>> Infinix GT 50 Pro Ungguli Poco X8 Pro untuk Sesi Gaming Kompetitif

Ia menegaskan tidak pernah menjalani wawancara resmi ataupun memberikan izin penggunaan gambar dirinya untuk kepentingan produksi film.

“Saya tidak wawancara, mereka yang buat, mama tidak tahu. Mama tidak kasih izin untuk buat film itu. Saya sumpah demi Tuhan, tidak tahu jam berapa mereka buat film Pesta Babi itu,” katanya lagi.

Menurut Yasinta, awal keterlibatannya bermula ketika dirinya bersama kelompok masyarakat adat Marind diajak seseorang bernama Aris untuk menyuarakan penolakan pembukaan lahan di Papua.

Namun belakangan, ia merasa keberadaannya dimanfaatkan hingga akhirnya muncul dalam film yang kini beredar luas di masyarakat.

Yasinta juga mempertanyakan penggunaan foto dirinya yang dipasang pada materi promosi dan poster film tanpa persetujuannya.

“Akhirnya saya sudah terlanjur viral di mana-mana sampai mereka sudah buat film Pesta Babi tanpa izin dari saya, tanpa sepengetahuan dari saya. Itu yang saya kecewa sekali sekarang dengan mereka LBH,” ucapnya.

Ia mengaku baru memahami situasi tersebut setelah tidak pernah menerima penjelasan mengenai produksi film maupun hasil yang diperoleh dari proyek tersebut.