Perusahaan elektronik asal Jepang, Casio, resmi memasuki industri teknologi pendengaran personal.

Pada akhir Mei 2026, mereka memperkenalkan earU ER-100 sebagai perangkat wearable audio pertama di bawah lini merek baru earU.

>>> 5 Rekomendasi Smartwatch Terbaik untuk Gaya Hidup Modern

Perangkat ini menggabungkan fungsi earphone nirkabel berkualitas tinggi dengan fitur alat bantu dengar canggih.

Keunikan utamanya terletak pada desain ergonomis berupa earclip yang dijepitkan pada daun telinga luar atau pinna.

Metode penjepitan ini membuat saluran telinga tetap terbuka tanpa perlu menyumbatnya.

Desain ini hadir untuk mengatasi masalah tekanan, rasa panas, iritasi, serta ketidaknyamanan akibat pemakaian alat bantu dengar tradisional dalam waktu lama.

Bentuk earU ER-100 menyerupai earbuds namun tidak masuk ke lubang telinga.

Konsep ini meminimalkan risiko infeksi telinga luar atau otitis eksterna dan membuat pengguna tetap bisa mendengar suara lingkungan sekitar secara alami.

Bobot setiap unit perangkat ini hanya 8 gram sehingga terasa ringan saat dikenakan.

Casio menyediakan dua pilihan warna, yaitu Navy Black dan Ivory White, yang dilengkapi aksesori penyesuai ukuran untuk berbagai bentuk daun telinga.

Sistem Pendengaran Adaptif Berbasis Chip Khusus

Perangkat ini mengandalkan sistem pendengaran adaptif untuk memperjelas suara percakapan manusia. Komponen mikrofon ganda bertugas menangkap suara lingkungan sekitar secara real-time untuk kemudian diproses oleh chip khusus.

Chip tersebut berfungsi memisahkan suara manusia dari kebisingan latar belakang dan menguatkan frekuensi bicara pada rentang 500–4000 Hz.

Teknologi ini juga mempertahankan informasi spasial berupa arah dan jarak sumber suara agar pengguna tidak merasa terisolasi.

Casio membenamkan algoritma anti-feedback guna mencegah munculnya suara melengking atau whistling akibat resonansi.