Meski berharap sepupunya mencetak gol, bagi Mark yang terpenting adalah momen kebersamaan yang sangat langka ini.

"It would be tremendous to see Matty score but it will be a really special game regardless," tambah Mark Smith.

>>> Tuchel Panggil Henderson ke Piala Dunia 2026, Kritik Keane Kembali Mencuat

Dukungan dari Belanda dan Kroasia

Cerita lain datang dari Paddy Thompson, pemegang tiket terusan berusia 71 tahun asal Carnock. Ia kini telah tinggal di Belanda selama 47 tahun.

Paddy yang biasa menyaksikan pertandingan bersama mendiang istrinya, Joke, dan putrinya, Amanda, mengenang kembali memori final tahun 2007.

Saat itu kedua tim terakhir kali bertemu di laga puncak.

"When I said we could go far at the first cup game, everyone said I was crazy but here we are in the final," kata Paddy Thompson.

Putri Paddy, Amanda Thompson yang kini berusia 37 tahun, menyusul terbang dari Belanda pada malam sebelum pertandingan final digelar.

"The final back then was truly an amazing experience," kata Amanda Thompson.

Amanda menyatakan bahwa atmosfer luar biasa dan kegembiraan di dalam stadion bersama seluruh suporter merupakan momen yang tidak akan pernah terlupakan.

"All the fans together - that's something you'll remember for the rest of your life," kata Amanda Thompson.

Sementara itu, keluarga John Heeps harus melakukan perjalanan darurat dari Kroasia. Jadwal penerbangan liburan awal mereka mendarat terlalu larut di Edinburgh.

John dan putra tertuanya terpaksa membeli tiket baru dengan rute transit melalui Dublin menuju Glasgow. Mereka akan mendarat pada pukul 12.50 waktu setempat.

"Fingers crossed all goes well and we make the game," kata John Heeps.

Sebagai saksi sejarah yang sering melihat Dunfermline dikalahkan oleh pemilik 42 gelar Piala Skotlandia, John berharap jalannya pertandingan kali ini akan berpihak pada timnya.

>>> Madura United Bertahan di Liga Utama Usai Tekuk PSM Makassar

"I am nervous but hoping we can do it," tambah John Heeps.