Masyarakat Korea Selatan belum sepenuhnya menerima konsep hidup bersama tanpa pernikahan sebagai pengganti institusi keluarga formal.

Banyak orang masih mendukung pernikahan sebagai bentuk hubungan yang paling ideal dan stabil.

Dukungan terhadap pemberian status hukum yang sama antara pasangan menikah dan pasangan yang tinggal bersama justru mengalami penurunan.

Artinya, meskipun masyarakat lebih terbuka terhadap hubungan nontradisional, sebagian besar masih memandang pernikahan resmi memiliki nilai sosial dan hukum yang berbeda.

Fenomena ini juga berdampak pada meningkatnya angka kelahiran di luar nikah di Korea Selatan.

Menurut Komite Kepresidenan Korea untuk Masyarakat yang Menua dan Kebijakan Kependudukan, proporsi bayi yang lahir di luar nikah mendekati 6% pada tahun 2024.

Lebih dari 80% orang berusia 20-an dan 30-an merespons secara positif terhadap hidup bersama di luar nikah.

Para ahli memperkirakan bahwa baik hidup bersama maupun kelahiran di luar nikah akan terus meningkat di Korea.

Mereka berpendapat bahwa meskipun penerimaan sosial semakin meningkat, prasangka yang masih ada tetap ada.

>>> Antrean 45 Ribu Orang Buru Tiket Konser Westlife di Jakarta

Diperlukan diskusi lebih lanjut dan reformasi kebijakan, terutama terkait perawatan anak, perlindungan hukum, dan sistem dukungan bagi anak-anak yang lahir di luar nikah.