Kendala serupa kembali ia temukan saat memanfaatkan informasi lowongan dari rekannya. Ijazah kembali menjadi penghalang.

>>> BTS Konser di Jakarta 26-27 Desember 2026, Ini Jadwal War Tiketnya

"Ngelamar kerja di suatu perusahaan. Kebetulan driver-nya temen saya.

Ada lowongan, mentoknya balik lagi ijazah lagi, ijazah lagi gitu," ujar Calvin.

Upaya di industri musik tetap berjalan, namun hasil penjualan karyanya belum mampu menutupi kebutuhan secara layak. Harga karyanya merosot tajam.

"Musik juga saya masih main sampai detik ini. Sampai saya jual-jual beberapa karya saya, baik dalam negeri atau luar negeri.

Harganya jatuh banget, tapi nggak apa-apa deh, yang penting bisa bertahan hidup," beber Calvin.

Tekanan ekonomi bahkan pernah membuat Calvin harus menahan lapar demi menghemat pengeluaran. Ia menganggapnya sebagai intermittent fasting.

"Kalau gue nahan lapar sih gue udah biasa ya.

Sampai gue bikin statement di pikiran gua sendiri, 'Ah udah, gua anggep aja intermittent fasting'," kata Calvin sambil tertawa kecil.

Keterbatasan uang juga berdampak pada penyediaan konsumsi makanan untuk anak-anaknya. Lauk terkadang tidak ada, dan telur pun sudah dianggap cukup.

"Ini anak gue sampai nahan lapar karena gue nggak punya duit gitu loh. Bukan lapar banget ya, maksudnya lauk nggak ada.

>>> Batik Air Buka Rute Langsung Jakarta-Muara Bungo Mulai 15 Juni 2026

Ini lauknya ada, kayak telor mah gue bilang udah alhamdulillah-lah," pungkas Calvin.