Cyclopia pada Bayi di Kendari Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Medisnya

Kasus bayi dengan kelainan bawaan langka di RSUD Kota Kendari ramai dibicarakan di media sosial setelah rekaman video kondisi sang bayi tersebar pada Jumat, 22 Mei 2026.

Video berdurasi sekitar satu menit itu memperlihatkan bayi dengan kondisi fisik tidak biasa pada bagian wajah. Unggahan tersebut kemudian menyedot perhatian warganet dan memicu berbagai tanggapan.

Dalam penjelasan yang beredar di media sosial, kondisi itu disebut sebagai cyclopia atau alobar holoprosencephaly, yakni kelainan bawaan yang sangat jarang terjadi pada bayi.

Cyclopia merupakan gangguan perkembangan janin yang menyebabkan bayi lahir hanya dengan satu mata atau dua bola mata yang menyatu di bagian tengah wajah.

Kondisi tersebut terjadi ketika otak janin gagal terbentuk sempurna sejak masa awal kehamilan. Pada kasus normal, otak berkembang menjadi dua bagian, yakni kanan dan kiri. Namun pada cyclopia, proses pemisahan itu tidak berlangsung sebagaimana mestinya.

Gangguan perkembangan otak tersebut kemudian ikut memengaruhi pembentukan struktur wajah janin selama berada di dalam kandungan.

Selain memiliki satu mata, bayi dengan cyclopia umumnya mengalami kelainan lain seperti tidak memiliki hidung atau hidung berbentuk menyerupai belalai yang tumbuh di atas mata.

Dalam sejumlah kasus, kondisi ini juga disertai gangguan pada organ vital, tulang tengkorak yang tidak berkembang sempurna, hingga bibir sumbing.

Cyclopia Bisa Terdeteksi Sejak Dalam Kandungan

>>> Setir Kanan Gelar Pameran Mobil Bekas di Makassar, Ada Diskon dan Voucher

Kelainan ini sebenarnya dapat diketahui sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan ultrasonografi atau USG.

Cyclopia termasuk bentuk paling berat dari holoprosencephaly. Kasusnya sangat jarang ditemukan dan diperkirakan terjadi pada sekitar satu dari 100 ribu kehamilan.