Setiap nikmat yang kita rasakan hari ini layak disyukuri. Nikmat sehat, kesempatan beribadah, keluarga, rezeki, hingga nikmat terbesar berupa iman dan Islam.

Karena iman itulah amal kecil memiliki nilai di sisi Allah SWT. Sebaliknya, tanpa iman, banyak amal tidak akan membawa manfaat di akhirat.

Allah SWT berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهِ

“Barang siapa mengerjakan amal saleh sedang ia beriman, maka tidak akan diingkari amalnya itu.” (QS. Al-Anbiya: 94)

Karena itu, jangan lelah memperbaiki kualitas ibadah dan memperdalam ilmu agama. Amal yang dilakukan dengan ilmu akan lebih dekat kepada tuntunan Rasulullah SAW.

Ibnu Ruslan dalam kitab Zubad menyampaikan:

فَكُلُّ مَنْ بِغَيْرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ أَعْمَالُهُ مَرْدُوْدَةٌ لَا تُقْبَلُ

“Orang yang beramal tanpa ilmu, amalnya tertolak dan tidak diterima.”

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Qurban mengajarkan arti pengorbanan yang sebenarnya. Nabi Ibrahim AS diperintahkan mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS. Perintah itu dijalankan dengan penuh kepatuhan, meski berat bagi hati seorang ayah.

Dari peristiwa tersebut, umat Islam belajar bahwa cinta kepada Allah harus berada di atas segala-galanya.

Allah SWT berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)

Ayat ini mengingatkan bahwa qurban adalah ibadah yang dekat dengan ketakwaan, bukan sekadar penyembelihan hewan.

Allah SWT juga berfirman:

لَنْ يَنَالَ اللّٰهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ

“Daging dan darah hewan qurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Ibadah qurban juga memiliki nilai sosial yang sangat kuat. Daging qurban dibagikan kepada tetangga, kerabat, kaum dhuafa, dan masyarakat yang membutuhkan.