Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada Jumat, 22 Mei 2026.

Secara umum, langit Jakarta akan didominasi kondisi berawan dan udara kabur di sejumlah wilayah.

>>> Calvin Dores Niat Jual Mata Akibat Masalah Finansial

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau memperhatikan perubahan suhu udara. Hingga saat ini, belum ada indikasi potensi curah hujan tinggi yang merata di daratan Jakarta.

Rincian Cuaca Wilayah DKI Jakarta

Kota Jakarta Pusat diprediksi mengalami kondisi berawan sepanjang hari. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 26 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan 62 hingga 87 persen.

Sementara itu, Kepulauan Seribu akan diselimuti udara kabur dengan jarak pandang terbatas. Suhu di wilayah kepulauan berkisar 28–30 derajat Celsius dan kelembapan 72–81 persen.

BMKG terus memperbarui data atmosfer secara real-time. Informasi ini menjadi acuan utama bagi warga yang membutuhkan kepastian cuaca harian.

Tren Cuaca Kepulauan Seribu Sepekan

BMKG juga merilis prediksi jangka menengah untuk Kepulauan Seribu. Kondisi udara kabur hari ini diprediksi berubah menjadi hujan ringan pada akhir pekan.

>>> Westlife Gelar Konser World Tour di Stadion Utama GBK Januari 2027

Sabtu, 23 Mei 2026, berpotensi hujan ringan dengan suhu 27–30 derajat Celsius dan kelembapan 70–83 persen.

Minggu, 24 Mei 2026, hujan ringan masih bertahan dengan suhu 27–28 derajat Celsius dan kelembapan 77–84 persen.

Senin, 25 Mei 2026, cuaca membaik menjadi cerah berawan dengan suhu 28–29 derajat Celsius.

Selasa, 26 Mei 2026, udara kabur diproyeksikan kembali muncul dengan suhu rata-rata 28 derajat Celsius dan kelembapan 76–79 persen.

BMKG mengingatkan nelayan dan penyedia jasa transportasi laut untuk memantau perkembangan cuaca. Perubahan cuaca di perairan sering terjadi lebih cepat dibandingkan daratan.

>>> Nonton Download Absolute Value of Romance Episode 13-14 Sub Indo di TVN bukan LK21: Ungkap Rahasia Besar Yoon Dong Ju

Petugas operasional terus disiagakan memonitor pergerakan angin dan pembentukan awan cumulonimbus di Teluk Jakarta. Sistem peringatan dini cuaca ekstrem tetap aktif untuk keselamatan publik.