Audi akhirnya menghadirkan lampu Digital Matrix adaptif ke Amerika Serikat, setelah 13 tahun sejak teknologi ini diperkenalkan di Eropa.

Sistem ini pertama kali tersedia pada SUV flagship Q9 dan SQ9.

>>> Honda Integra Type R DC2 dengan Kilometer Rendah Dilelang di Inggris

Teknologi ini menggunakan micro-LED dengan lebih dari 25.000 lampu per sisi, atau total 51.200 LED untuk kedua lampu depan.

Setiap LED berukuran sekitar 40 mikrometer, setengah dari ketebalan rambut manusia.

Berbeda dengan lampu tinggi otomatis biasa yang hanya mati saat mendeteksi kendaraan lain, Digital Matrix headlights secara aktif membentuk pola cahaya secara real-time.

Kamera di depan mobil memantau lalu lintas dan menggelapkan bagian tertentu dari sorotan yang dapat menyebabkan silau, sementara area lain tetap terang.

“Audi selalu menjadi pemimpin dalam teknologi pencahayaan,” kata Filip Brabec, SVP Perencanaan Produk Audi of America.

>>> Dodge Kembali ke Performa: Siapkan GLH Crossover dan Copperhead SRT

“Kami sangat senang dapat menawarkan fungsi pencahayaan Digital Matrix LED kepada pelanggan AS untuk pertama kalinya.”

Lampu adaptif sebenarnya sudah legal di Amerika sejak perubahan aturan federal pada 2022. Namun, produsen mobil kesulitan memenuhi standar pengujian yang ketat.

Audi mengklaim telah merancang sistem yang memenuhi persyaratan AS tanpa mengorbankan performa yang telah dinikmati konsumen Eropa sejak 2013.

Survei AAA baru-baru ini menunjukkan enam dari sepuluh pengemudi mengalami masalah silau berlebihan di malam hari.

Sistem Audi tidak hanya meningkatkan visibilitas, tetapi juga mengurangi kelelahan, meredupkan pantulan dari rambu jalan, dan memproyeksikan skenario pencahayaan tertentu saat masuk atau keluar kendaraan.

>>> Ford Bronco Eropa Akan Otentik, Tapi Bukan Bronco AS

Detail lengkap mengenai Q9 akan diumumkan pada Juli mendatang.