FC Copenhagen meraih kemenangan meyakinkan atas rival utama mereka, Brondby IF, dalam Derby Copenhagen pada Kamis, 21 Mei 2026.

Pertandingan berlangsung di kandang FC Copenhagen dengan tensi tinggi. Suar dan koreografi tifo dari kedua kelompok suporter mewarnai laga.

>>> Skenario Langka: Sembilan Klub Liga Inggris Bisa Lolos ke Eropa Musim Depan

Pelatih FC Copenhagen, Bo Svensson, menurunkan formasi 4-2-3-1. Thomas Delaney menjadi kapten dan motor serangan sejak menit awal.

Di kubu Brondby IF, pelatih Steve Cooper juga menerapkan formasi 4-2-3-1.

Pemain inti termasuk Patrick Pentz, Martin Divkovic, Lewis Binks, Ben Godfrey, Oliver Villadsen, Daniel Wass (kapten), Beniamin Slisz, Nicolai Vallys, Marko Lahdo, Mads Frokjaer-Jensen, dan Mileta Rajovic.

Rivalitas kedua klub berakar dari perbedaan geografis, latar belakang sosial, dan identitas klub. FC Copenhagen hadir pada 1992 dan menantang dominasi Brondby yang berjaya di era 1980-an.

>>> VfL Wolfsburg Tahan Imbang SC Paderborn pada Leg Pertama Relegasi

Suporter Brondby, Rasmus, mengaku merasa terikat dengan klub karena latar belakang kelas pekerja. "Saya merasa klub ini mencerminkan diri saya, dengan nilai kerja keras dan kebersamaan," ujarnya.

Suporter lain, Morten, menyebut atmosfer stadion sebagai alasan utama kecintaannya pada Brondby. "Sejarah sukses dan komunitas di belakang klub sangat istimewa," katanya.

Di sisi FC Copenhagen, suporter Asger menggambarkan kelompoknya sebagai inklusif dan progresif. "Kami ingin dunia melihat itu," ucapnya.

Seorang suporter anonim menilai atmosfer di stadion melampaui laga domestik biasa. "Di dalam stadion, tidak ada yang bisa menandingi, termasuk Boca Juniors di Bombonera," tuturnya.

>>> Ajax Amsterdam Kalahkan Groningen 2-0, Lolos ke Final Play-off Conference League

Pihak kepolisian dan panitia menerapkan pengamanan ketat di sekitar stadion untuk mengantisipasi gesekan antarsuporter setelah laga.