vivo dan Infinix justru mengalami kemerosotan tajam, dengan pengiriman anjlok lebih dari 30 persen secara tahunan.

Kedua merek sangat bergantung pada pasar ponsel murah di bawah $150 yang sedang lesu.

Minimnya peluncuran produk baru dan lonjakan harga memperparah kondisi segmen tersebut. Kini, kedua pabrikan mulai menggeser strategi dengan merambah segmen menengah atas, misalnya melalui Infinix Note 60 Pro.

Kebangkitan Apple dan Lonjakan Segmen Premium

Kategori merek lainnya (Others) mencatat lonjakan pangsa pasar menjadi 16 persen, dari sebelumnya 8 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan ini disokong oleh kembalinya Apple secara konsisten.

Apple menunjukkan pemulihan setelah sanksi larangan jual di Indonesia dicabut pada April 2025. Kehadiran merek ini turut mendongkrak performa pasar gawai premium di tanah air.

Segmen ponsel premium dengan harga di atas $600 mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Kategori ini berkontribusi 8,3 persen dari total pasar dan tumbuh 30 persen secara tahunan.

Fenomena premiumization diperkirakan akan berlanjut untuk menutupi penurunan di kelas bawah.

>>> Acer Luncurkan Tiga Laptop AI Premium Swift Series di Indonesia

Namun, harga smartphone di Indonesia diproyeksikan terus naik, dan pemulihan pasar secara menyeluruh baru akan terjadi pada paruh kedua tahun ini.