Pelatih Palmeiras, Abel Ferreira, mengkritik tajam padatnya kalender kompetisi Brasil dan pemanggilan pemain ke tim nasional menjelang Piala Dunia setelah timnya menelan kekalahan mengejutkan dari Cerro Porteno pada pertandingan kelima babak penyisihan Grup F Copa Libertadores.

Laga berlangsung di Stadion Allianz Parque, Sao Paulo, Rabu (20/5/2026).

>>> Thunder Samakan Kedudukan Usai Tekuk Spurs 122-113

Hasil minor tersebut membuat klub asal Paraguay, Cerro Porteno, mengambil alih puncak klasemen Grup F dengan koleksi sepuluh poin.

Gol tunggal Pablo Vegetti lewat skema serangan balik cepat di awal babak kedua menjadi penentu kemenangan tim tamu.

Sementara Palmeiras turun ke peringkat kedua dengan delapan poin.

Kekalahan ini sekaligus memutus rekor impresif Palmeiras yang sebelumnya tidak terkalahkan dalam 17 pertandingan kandang di semua kompetisi.

Hal itu memicu gelombang kekecewaan dan ejekan dari para pendukung tuan rumah di stadion.

Kritik terhadap Kalender dan Pemanggilan Pemain

Abel Ferreira mengakui bahwa tim lawan menunjukkan performa dan intensitas yang lebih tinggi dalam memenangkan duel-duel di lapangan.

"Tenho que reconhecer que, em termos de vontade e desempenho, nosso adversário foi melhor. Deu para ver nos duelos," ujarnya seperti dilansir dari Itatiaia.

Ia menegaskan bahwa seluruh tanggung jawab atas hasil buruk dan minimnya kreativitas serangan tim sepenuhnya berada di pundak seorang pelatih.

"A responsabilidade é sempre do treinador. Faltou inspiração e ações técnicas para conseguirmos criar oportunidades.

Foi um jogo ruim, mal jogado, de uma equipe que não perdia há 17 jogos em casa," lanjut Abel Ferreira.

Dalam konferensi pers yang dilaporkan oleh UOL, juru taktik asal Portugal tersebut juga menyatakan keberatannya terhadap regulasi pemanggilan pemain ke skuad Piala Dunia sebelum kompetisi domestik selesai.