Mobil listrik ini dibekali dengan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 20 kWh. Dengan baterai tersebut, Racco diklaim mampu menempuh jarak sekitar 180 kilometer berdasarkan standar pengujian WLTC.

Sistem pengisian daya Racco juga mendukung fitur pengisian cepat atau DC fast charging hingga 100 kW. BYD sudah menyematkan fitur bantuan berkendara canggih Level 2+ sebagai kelengkapan standar.

Guna mendukung kelancaran mobilitas di jalan-jalan sempit perkotaan Jepang, mobil ini menggunakan konfigurasi pintu geser pada bagian belakang.

Desain bodinya sengaja dibuat tinggi agar lebih praktis saat berada di ruang parkir yang terbatas.

Terkait harga jual di pasar domestik, BYD dikabarkan akan membanderol mobil listrik Racco mulai dari 2,5 juta yen atau setara dengan Rp 280 jutaan.

Kategori kendaraan kompak ini sangat diminati oleh konsumen Jepang karena dinilai sangat efisien. Berdasarkan data yang dilansir dari Carnewschina, K-Car diminati karena cocok untuk kawasan perkotaan yang padat.

Selain itu, kendaraan jenis ini juga menawarkan biaya kepemilikan yang relatif rendah bagi penggunanya.

>>> Syabil Umar Basalamah Juarai Kejurnas Karting Eshark Rok Cup 2026

Meski demikian, segmen K-Car memiliki regulasi yang sangat ketat di Jepang. Aturan tersebut mencakup batasan dimensi kendaraan, performa tenaga, hingga kebijakan pajak yang membutuhkan pendekatan khusus dalam pengembangannya.