Untuk memperluas ekosistem, XPeng akan membuka SDK robotaxi kepada pengembang pihak ketiga. Mereka menggandeng Amap sebagai mitra global pertama.

Tanggapan dari pengguna jalan setempat membandingkan performa sistem otonom XPeng di kawasan Asia.

"Xpeng VLA is well ahead of Tesla SFSD on Chinese roads," kata Blake dalam kolom komentar.

Persaingan pasar otonom di China juga diisi oleh Apollo Go milik Baidu yang telah mencapai 250.000 perjalanan robotaxi mingguan pada akhir 2025.

Armada dari Pony. ai dan WeRide masing-masing mengoperasikan lebih dari 1.000 kendaraan.

Perusahaan ini masih menghadapi tantangan karena baru akan memulai operasi percontohan robotaxi pada paruh kedua tahun 2026 untuk memvalidasi teknologi dan penerimaan pengguna.

Target jangka panjang dari produsen asal China ini adalah mencapai operasi mandiri sepenuhnya tanpa petugas keselamatan di lokasi pada awal tahun 2027.

>>> Penjualan Kendaraan Listrik di Kanada Melonjak 75% Sebelum Mobil China Masuk

Guna memperluas ekosistemnya, mereka juga bakal membuka SDK robotaxi kepada pengembang pihak ketiga dengan menggandeng Amap selaku mitra global pertama.