Pemilik sekaligus Presiden FC Nantes, Waldemar Kita, bersama putranya yang menjabat Direktur Jenderal Delegasi, Franck Kita, dipastikan tidak akan mendampingi tim dalam laga kandang melawan Toulouse di Stadion de la Beaujoire, Minggu malam, 17 Mei 2026.

Ketidakhadiran kedua petinggi klub ini terjadi setelah FC Nantes dipastikan terdegradasi ke Ligue 2 pada pekan ke-33.

>>> Bruno Fernandes Samai Rekor Assist Terbanyak Liga Inggris

Kekalahan tipis 0-1 saat bertandang ke markas Lens menjadi pemicu turunnya Nantes ke kasta kedua sepak bola Prancis.

Menjelang pertandingan, atmosfer di stadion diprediksi memanas.

Suporter diperkirakan akan menggelar aksi protes di area tribun kepresidenan sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap performa klub yang anjlok.

Protes Suporter Warnai Laga

Dilansir dari Ouest-France, aksi unjuk rasa suporter sudah direncanakan sejak beberapa hari sebelumnya. Mereka kecewa dengan hasil akhir musim yang membuat Nantes harus turun kasta.

Ketegangan antara suporter dan manajemen klub sudah berlangsung lama. Keputusan Waldemar Kita untuk tidak hadir di laga kandang terakhir ini dinilai sebagai langkah menghindari konfrontasi langsung.

Meski demikian, sebelum meninggalkan Nantes, Waldemar dan Franck Kita sempat menghadiri acara makan siang bersama para pemain. Momen itu menjadi perpisahan hangat di tengah situasi yang kurang kondusif.

>>> Manchester United Taklukkan Nottingham Forest 3-2 dalam Laga Dramatis

Perpisahan dengan Pelatih Vahid Halilhodzic

Laga kontra Toulouse juga menjadi momen perpisahan bagi pelatih Vahid Halilhodzic, yang akrab disapa Coach Vahid. Ia tidak akan lagi menangani Nantes di Ligue 1 musim depan.

Halilhodzic telah berusaha maksimal menyelamatkan tim, namun hasil akhir tidak sesuai harapan. Pertandingan melawan Toulouse sudah tidak menentukan posisi kedua tim di klasemen akhir.

FC Nantes pun harus menerima kenyataan pahit degradasi. Musim depan mereka akan berlaga di Ligue 2, kompetisi yang lebih rendah dari Ligue 1.

Bagi suporter, kepergian Halilhodzic juga menjadi catatan tersendiri. Mereka berharap klub bisa bangkit kembali dan segera kembali ke kasta tertinggi.

Pertandingan kandang terakhir ini menjadi simbol kegagalan manajemen dalam mempertahankan performa tim. Absennya pemilik klub di tribun menambah kekecewaan para pendukung setia Nantes.

>>> Manchester United Lepas Casemiro di Laga Kandang Terakhir

Ke depan, FC Nantes harus melakukan evaluasi total. Mulai dari struktur manajemen hingga strategi tim, semua perlu diperbaiki agar tidak kembali terdegradasi di masa mendatang.