Nama Nagatitan chaiyaphumensis memiliki makna mendalam. Kata "naga" diambil dari makhluk mitologi ular raksasa di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

"Naga sering dikaitkan dengan air. Mengingat dinosaurus ini ditemukan di tepi kolam, rasanya tepat menamainya dengan nama ular raksasa," jelas Sethapanichsakul.

Kata "titan" merujuk pada sosok raksasa dalam mitologi Yunani kuno. Nama belakang "chaiyaphumensis" menandai provinsi tempat fosil ditemukan.

Kehidupan Purba dan Upaya Pelestarian

Nagatitan chaiyaphumensis diperkirakan hidup pada fase akhir periode Kapur Awal, sekitar 120 juta hingga 100 juta tahun lalu.

Raksasa ini diyakini hidup berdampingan dengan dinosaurus herbivora lain yang berukuran kecil dan sedang.

Wilayah Thailand memiliki tingkat keberagaman fosil dinosaurus yang tinggi di Asia.

>>> Pemerintah AS Klaim Amankan Empat Spesies Alien dari Puing UFO

Hal ini dipengaruhi oleh lapisan batuan sedimen tebal dari Era Mesozoikum, yang berumur antara 252 juta hingga 66 juta tahun lalu.

"Batuan-batuan ini jarang terpapar hujan lebat dan pertumbuhan vegetasi lebat yang bisa mengikis atau menghancurkan tulang," tambah Sethapanichsakul.

Sebuah pusat riset kini telah didirikan di lokasi penemuan fosil. Rekonstruksi ukuran asli Nagatitan chaiyaphumensis sudah mulai dipamerkan kepada publik di Museum Thainosaur di Bangkok.

"Kami tidak memiliki banyak spesimen dengan skala sebesar itu di Thailand," kata penulis utama sekaligus ahli paleontologi Thitiwoot Sethapanichsakul, mahasiswa S3 University College London.

Fosil kaki depan tersebut memiliki ukuran yang sangat masif bagi para peneliti yang melakukan pemeriksaan langsung di lapangan.

Spesies baru ini diperkirakan berukuran dua kali lipat lebih besar dibandingkan jenis sauropoda lain yang pernah teridentifikasi di negara tersebut.

Konteks tambahan