Prabowo Subianto Minta Warga Tak Cemas Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS

Presiden RI Prabowo Subianto meminta masyarakat tetap tenang menyikapi pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.600 per dolar AS pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Prabowo menyinggung sikap tenang Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai sinyal bahwa kondisi ekonomi nasional masih terkendali.

"Purbaya sekarang populer banget Purbaya itu. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, enggak usah kau khawatir itu. Mau dollar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa enggak pakai dollar dibilang kan. Yang pusing yang itu, yang suka ke luar negeri hayo siapa ini?" kata Prabowo.

>>> BMKG: Hujan di Semarang Berhenti Pagi Ini, Kelembapan Capai 98 Persen

Prabowo Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

Presiden menegaskan pemerintah tetap percaya diri terhadap ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan terhadap mata uang rupiah.

Menurut dia, kekuatan fundamental ekonomi Indonesia masih mampu menopang stabilitas nasional dan menjadi modal penting menghadapi dinamika global.

"Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa ya, mau apa, Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita. Percaya kepada rakyat kita. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat," ujarnya.

Isu Ekonomi Collapse Dinilai Tidak Berdasar

Dalam agenda kunjungan kerja lain di Jawa Timur, Prabowo kembali menanggapi isu mengenai kondisi ekonomi nasional yang disebut-sebut akan mengalami keruntuhan.

Saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Kepala Negara menilai kekhawatiran tersebut tidak berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat desa.

"Saya yakin sekarang ada yang selalu, entah apa saya enggak ngerti ya. Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos. Rakyat di desa enggak pakai dollar kok," tutur Prabowo.

Pernyataan itu menjadi penegasan pemerintah bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih berada dalam jalur yang aman meski nilai tukar rupiah mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir.