Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hujan yang mengguyur Kota Semarang sejak dini hari telah berhenti pada pukul 06.30 WIB pagi ini.

Meski hujan reda, kelembapan udara di beberapa titik masih sangat tinggi, mencapai 98 persen. Kondisi ini membuat udara terasa lembap dan berkabut di sejumlah kawasan.

>>> BMKG Prakirakan Cuaca DIY Berawan Hari Ini, Kulon Progo Sentuh Kelembapan 96 Persen

Penyebab Kelembapan Tinggi

Kelembapan ekstrem tersebut dipicu oleh sisa-sisa awan hujan dan kandungan uap air yang masih melimpah di atmosfer setelah hujan deras.

Fenomena ini umum terjadi di daerah tropis seperti Semarang, terutama saat musim pancaroba atau setelah hujan lebat.

>>> Siapa Suami Indah Nada Puspita? Inilah Biodata COO BAIC Indonesia Dhani Yahya yang Telah Resmi Menikah

Dampak bagi Warga

Kelembapan tinggi dapat memengaruhi kenyamanan dan kesehatan, seperti meningkatkan risiko pertumbuhan jamur serta memperburuk kondisi bagi penderita asma atau alergi.

Warga diimbau untuk menjaga ventilasi ruangan dan mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak.

>>> BMKG Prakirakan Bogor Hujan Ringan Siang Ini Hingga Menjelang Malam

BMKG juga mengingatkan bahwa cuaca masih bisa berubah sewaktu-waktu, dengan potensi hujan ringan pada siang atau sore hari.