Mobil listrik semakin populer di Indonesia. Namun, banyak pengemudi belum memahami fitur penting seperti towing mode.

Towing mode adalah sistem yang memungkinkan mobil listrik dipindahkan dalam kondisi darurat. Tanpa mengaktifkannya, kendaraan bisa rusak saat diderek.

>>> Gaikindo Ungkap Penjualan Mobil Bekas Lampaui Unit Baru

Apa Itu Towing Mode?

Towing mode pada mobil listrik berfungsi melepaskan rem parkir elektronik. Sistem ini juga mengatur motor listrik agar tidak menghasilkan arus balik.

Jika towing mode tidak diaktifkan, motor listrik bisa rusak saat roda berputar. Hal ini karena motor berfungsi sebagai generator yang menghasilkan listrik.

Mengapa Towing Mode Penting?

Mobil listrik memiliki sistem elektronik yang kompleks. Komponen seperti baterai, inverter, dan motor saling terintegrasi.

Saat mogok, pengemudi mungkin perlu menderek kendaraan. Tanpa towing mode, sistem pengereman regeneratif bisa aktif dan merusak komponen.

Beberapa mobil listrik juga memiliki transmisi satu percepatan. Ini membuat proses derek manual lebih rumit.

Cara Mengaktifkan Towing Mode

Setiap merek memiliki prosedur berbeda. Umumnya, pengemudi perlu masuk ke menu pengaturan di layar sentuh.

Pilih opsi "Towing Mode" atau "Transport Mode". Ikuti petunjuk yang muncul di layar.

Beberapa model memerlukan langkah tambahan, seperti menekan tombol rem parkir. Pastikan membaca buku manual kendaraan.

Karakter Sistem Elektronik Mobil Listrik

Sistem elektronik mobil listrik memiliki keunikan tersendiri. Baterai tegangan tinggi memerlukan penanganan khusus.

Jika terjadi kecelakaan, kabel oranye menandakan kabel tegangan tinggi. Jangan menyentuhnya tanpa alat pelindung.

Selain itu, mobil listrik memiliki sistem manajemen baterai (BMS). BMS mengatur suhu dan pengisian daya.

>>> Omoway Rakit Motor Listrik Omo&X di Pabrik Balaraja Tangerang