Subaru menunda rencana ambisiusnya untuk memproduksi kendaraan listrik (EV) sendiri pada tahun 2028.

Keputusan ini diambil karena melambatnya permintaan EV di Amerika Serikat.

>>> Baterai Lemah Picu Penurunan Efisiensi Bahan Bakar Mobil Hybrid

Fokus Beralih ke Hybrid dan Mesin Bensin

Produsen mobil Jepang itu mengatakan akan memprioritaskan pengembangan hybrid dan kendaraan bermesin bensin.

Langkah ini merupakan perubahan strategi dari rencana awal yang ingin mandiri dari Toyota dalam pengembangan EV.

Subaru sebelumnya mengandalkan teknologi Toyota untuk model EV pertamanya, Solterra.

Rencana awal adalah membangun EV in-house pada 2028 tanpa bantuan Toyota.

Namun, kondisi pasar yang berubah memaksa Subaru untuk menunda rencana tersebut.

Dampak Perlambatan Pasar EV Global

Permintaan EV di AS tidak tumbuh secepat yang diperkirakan.

>>> Alex Marquez Puncaki Latihan Bebas FP1 MotoGP Catalunya 2026

Banyak konsumen masih ragu dengan harga, infrastruktur pengisian, dan jarak tempuh.

Subaru bukan satu-satunya produsen yang menyesuaikan strategi EV.

Beberapa pabrikan lain juga mengurangi target produksi EV karena permintaan yang lesu.

Subaru akan terus memantau perkembangan pasar sebelum memutuskan langkah selanjutnya.

Perusahaan tetap berkomitmen pada elektrifikasi jangka panjang.

Namun, prioritas saat ini adalah memenuhi permintaan konsumen yang masih menginginkan hybrid dan mesin bensin.

>>> Volume Lalu Lintas ke Puncak Bogor Meningkat 28 Persen

Subaru berharap dapat kembali ke rencana EV mandiri ketika kondisi pasar membaik.