Penggunaan fast charging yang terlalu sering dikhawatirkan dapat merusak baterai mobil listrik.

Kekhawatiran ini muncul karena proses pengisian cepat menghasilkan suhu panas yang tinggi.

>>> Harga Dexlite Seluruh Indonesia 16 Mei 2026 Belum Berubah

Mengapa Fast Charging Berpotensi Merusak Baterai?

Fast charging menggunakan arus listrik tinggi untuk mengisi daya baterai dalam waktu singkat.

Arus tinggi ini menyebabkan peningkatan suhu pada sel baterai secara signifikan.

Suhu panas yang berulang dapat mempercepat degradasi kimia di dalam baterai.

Akibatnya, kapasitas baterai berkurang lebih cepat dibandingkan pengisian normal.

Seberapa Sering Fast Charging Aman Digunakan?

Produsen mobil listrik umumnya merancang baterai untuk toleran terhadap fast charging.

Namun, penggunaan harian fast charging tetap tidak disarankan untuk menjaga umur baterai.

>>> Tabrakan Maut di Tol JORR KM 56A: Tiga Kendaraan Terlibat Akibat Ganti Ban

Para ahli menyarankan fast charging hanya digunakan saat darurat atau perjalanan jauh.

Untuk pengisian sehari-hari, gunakan pengisian lambat (AC) di rumah atau kantor.

Tips Memperpanjang Umur Baterai Mobil Listrik

Hindari mengisi baterai hingga 100% setiap saat, cukup 80-90% untuk pemakaian normal.

Jaga suhu baterai tetap optimal dengan tidak memarkir mobil di bawah sinar matahari langsung.

Gunakan fitur manajemen baterai yang disediakan pabrikan untuk mengatur pengisian.

Lakukan pengisian lambat secara rutin untuk menjaga kesehatan sel baterai.

>>> Chery Siap Luncurkan Mobil Listrik Q di Indonesia pada 18 Mei 2026

Dengan perawatan yang tepat, baterai mobil listrik dapat bertahan hingga 8-10 tahun.