Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan data terbaru penjualan mobil di Indonesia.

Penjualan mobil bekas tercatat mencapai lebih dari 2 juta unit pada tahun lalu.

>>> Omoway Rakit Motor Listrik Omo&X di Pabrik Balaraja Tangerang

Angka tersebut jauh melampaui penjualan mobil baru yang hanya sekitar 1 juta unit.

Faktor Pendorong Penjualan Mobil Bekas

Kondisi ekonomi yang menantang menjadi salah satu faktor utama.

Masyarakat cenderung lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang.

Mobil bekas menjadi alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan mobil baru.

Selain itu, ketersediaan unit bekas yang melimpah juga mendorong transaksi.

Banyak konsumen yang memilih mobil bekas dengan harga lebih rendah namun kualitas masih baik.

Perbandingan dengan Pasar Mobil Baru

Penjualan mobil baru mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Faktor seperti kenaikan harga dan suku bunga kredit mempengaruhi daya beli.

Sementara itu, pasar mobil bekas justru menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Data Gaikindo menunjukkan tren ini berlangsung sejak pandemi.

>>> Empat Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Mei 2026

Masyarakat semakin sadar akan nilai ekonomis dari kendaraan bekas.

Dampak pada Industri Otomotif

Pergeseran preferensi konsumen ini berdampak pada strategi dealer.

Banyak dealer mobil baru kini juga membuka lini penjualan mobil bekas.

Mereka menawarkan program jaminan kualitas untuk menarik pembeli.

Selain itu, platform jual beli online turut mempermudah transaksi mobil bekas.

Konsumen dapat membandingkan harga dan kondisi unit dengan mudah.

Prospek ke Depan

Gaikindo memperkirakan tren ini akan berlanjut dalam jangka pendek.

Namun, jika kondisi ekonomi membaik, penjualan mobil baru bisa kembali meningkat.

Untuk saat ini, pasar mobil bekas tetap menjadi primadona.

Masyarakat diimbau untuk teliti dalam memilih mobil bekas.

>>> Astra Peugeot Surabaya Ungkap Penyebab Utama Aki Mobil Soak

Pastikan kondisi kendaraan dan dokumen lengkap sebelum membeli.