IIHS Salahkan Iklan Mobil Kencang, Abaikan Masalah Keselamatan yang Lebih Besar
Institut Asuransi untuk Keselamatan Jalan Raya (IIHS) baru-baru ini merilis studi yang menyoroti iklan mobil sebagai pemicu utama perilaku ngebut di Amerika Serikat.
Studi tersebut mengklaim bahwa iklan yang menonjolkan performa tinggi dan kecepatan mendorong pengemudi untuk melanggar batas kecepatan.
>>> BMW XM Label Soundmachine: SUV Mewah dengan DJ Stand dan Fog Machine
Namun, banyak pihak menilai IIHS justru mengabaikan akar masalah keselamatan yang lebih besar.
Fokus pada Iklan, Bukan Infrastruktur atau Penegakan Hukum
IIHS meneliti 67 iklan mobil dari berbagai merek dan menemukan bahwa sebagian besar menampilkan akselerasi cepat, manuver agresif, atau kecepatan tinggi.
Lembaga itu berargumen bahwa paparan terus-menerus terhadap iklan semacam itu membuat ngebut tampak normal dan diinginkan.
Namun, kritikus berpendapat bahwa penyebab utama ngebut justru terletak pada desain jalan yang buruk, penegakan hukum yang lemah, dan budaya berkendara yang permisif.
Infrastruktur jalan yang dirancang untuk kecepatan tinggi, seperti jalan lurus panjang tanpa hambatan, justru mendorong pengemudi untuk melaju kencang.
Selain itu, penegakan batas kecepatan yang tidak konsisten juga menjadi faktor signifikan.
Peran Teknologi Keselamatan yang Diabaikan
IIHS sendiri selama ini dikenal karena program pengujian tabrakannya yang ketat dan mendorong produsen mobil untuk meningkatkan fitur keselamatan.
Namun, studi terbaru ini justru mengabaikan peran penting teknologi keselamatan aktif seperti pengereman otomatis darurat dan kontrol jelajah adaptif.
Teknologi tersebut terbukti efektif mengurangi kecelakaan akibat ngebut, namun IIHS tidak membahasnya dalam laporan.
Alih-alih menyalahkan iklan, beberapa ahli menyarankan agar IIHS fokus pada advokasi untuk penerapan teknologi pembatas kecepatan wajib di kendaraan baru.
>>> Lamborghini Murcielago SV yang Dulu Rp6,5 M Kini Ditaksir Rp65 M
Update Terbaru
Riley Gaines: Perjuangan Atlet Trans di Olahraga Putri Belum Berakhir
Kamis / 02-07-2026, 04:22 WIB
Laporan Otopsi Ungkap Detail Kematian Aktor 'The Wire' James Ransone
Kamis / 02-07-2026, 04:22 WIB
PSGC Ciamis Resmi Jadi Tim Satelit Persib untuk Musim 2026/2027
Kamis / 02-07-2026, 04:21 WIB
China Terapkan Aturan Keamanan Nasional untuk Investasi ke Luar Negeri
Kamis / 02-07-2026, 04:21 WIB
Babak I Piala Dunia: Habib Diarra Antar Senegal Unggul 1-0 atas Belgia
Kamis / 02-07-2026, 04:21 WIB
Ismael Saibari Resmi Gabung Bayern Munchen Usai Tampil Gemilang di Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 04:21 WIB
Anime Casino Games: Ketika Slot Reels Bertemu Energi Manga
Kamis / 02-07-2026, 04:21 WIB
Kopi Kenangan Rilis Laporan ESG 2025, Fokus pada Keberlanjutan dan Pemberdayaan Petani
Kamis / 02-07-2026, 04:20 WIB
Dari Jual Sembako hingga Tarik Tunai, Cara Baru UMKM Menambah Penghasilan
Kamis / 02-07-2026, 04:20 WIB
5 Rekomendasi Sleeping Mask Lokal, Wajah Lembap dan Cerah Saat Bangun Tidur
Kamis / 02-07-2026, 04:20 WIB
Prabowo Tegaskan Hukum Bukan Alat Balas Dendam Politik
Kamis / 02-07-2026, 04:19 WIB
Trump Akui AS Tak Mampu Buat Pesawat Secanggih Hadiah Qatar
Kamis / 02-07-2026, 04:19 WIB
Projo Minta Publik Tak Bawa-bawa Politik dalam Gelar Adat Jokowi di Lampung
Kamis / 02-07-2026, 04:19 WIB
Trump Klaim Qatar Keluarkan Banyak Uang Demi Berikan 'Hadiah Istimewa' untuk Amerika Serikat
Kamis / 02-07-2026, 04:19 WIB






