Teknologi seperti intelligent speed assistance (ISA) sudah diwajibkan di Eropa dan mulai dipertimbangkan di Amerika Serikat.

Kritik terhadap Metodologi Studi

Studi IIHS juga menuai kritik karena metodologinya yang dianggap terlalu sempit.

Peneliti hanya menganalisis iklan televisi dan media sosial, tanpa mempertimbangkan faktor eksternal lain seperti tekanan waktu pengemudi atau kondisi lalu lintas.

Selain itu, tidak ada bukti langsung yang menunjukkan bahwa menonton iklan menyebabkan peningkatan kecepatan secara signifikan di jalan nyata.

Beberapa pengamat menilai IIHS hanya mencari kambing hitam yang mudah, alih-alih menghadapi masalah sistemik yang lebih kompleks.

Mereka mencontohkan bahwa negara-negara dengan iklan mobil yang agresif, seperti Jerman, justru memiliki angka kecelakaan fatal yang lebih rendah karena infrastruktur dan penegakan hukum yang lebih baik.

Kesimpulan: Masalah yang Lebih Besar Perlu Ditangani

Meskipun iklan mobil memang dapat memengaruhi persepsi publik, menyalahkannya sebagai penyebab utama ngebut adalah penyederhanaan yang berlebihan.

Masalah keselamatan jalan raya memerlukan pendekatan holistik yang mencakup desain jalan, penegakan hukum, teknologi kendaraan, dan edukasi pengemudi.

IIHS seharusnya menggunakan pengaruhnya untuk mendorong solusi yang lebih komprehensif, bukan hanya menunjuk jari pada industri periklanan.

>>> Blackauto Battle 2026 Seri Pertama Resmi Digelar di BSD City

Dengan mengabaikan faktor-faktor yang lebih besar, IIHS justru berisiko mengalihkan perhatian dari langkah-langkah yang benar-benar dapat menyelamatkan nyawa.