Ibadah haji merupakan panggilan mulia dari Allah SWT yang wajib ditunaikan oleh umat Islam yang mampu. Dalam pelaksanaannya, setiap Muslim dituntut menjaga kesucian hati dan meluruskan niat agar seluruh rangkaian ibadah dilakukan semata-mata karena Allah SWT.

Pesan tersebut disampaikan Ketua I MUI Kota Tangerang, Drs KH Amin Munawar, M.A dalam khutbah Jumat bertema “Pergi Haji ke Tanah Suci dengan Hati yang Suci”. Dalam penjelasannya, jamaah diingatkan agar tidak menjadikan perjalanan ke Makkah dan Madinah sebagai ajang mencari pujian ataupun kepentingan duniawi.

Haji Bukan Sekadar Perjalanan Biasa

Khatib menegaskan bahwa keberangkatan ke Tanah Suci bukan untuk berwisata maupun mengejar gelar sosial. Haji merupakan ibadah yang menjadi rukun Islam kelima dan wajib dilakukan bagi Muslim yang memiliki kemampuan.

Karena itu, niat menjadi fondasi utama dalam menjalankan ibadah haji. Seluruh proses ibadah harus diarahkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam khutbahnya disampaikan firman Allah SWT dalam Surat Ali Imran ayat 97 yang menegaskan kewajiban berhaji bagi orang yang mampu menempuh perjalanan ke Baitullah.

>>> Jadwal Bioskop Trans TV 16 – 17 Mei 2026

Kewajiban Haji bagi yang Mampu

Khatib juga mengingatkan ancaman bagi orang yang memiliki kemampuan namun sengaja meninggalkan ibadah haji tanpa alasan syar’i.

Dalam hadis riwayat Baihaqi disebutkan bahwa seseorang yang memiliki bekal dan kendaraan menuju Baitullah tetapi tidak berhaji mendapat ancaman keras. Pesan tersebut menunjukkan betapa pentingnya ibadah haji dalam ajaran Islam.

Selain kesiapan materi dan fisik, ibadah haji juga menuntut kesiapan spiritual agar perjalanan suci itu membawa keberkahan dan pengampunan dosa.

Menjaga Hati Tetap Bersih