Menurut Halim, perilaku Syahri saat rapat dinilai tidak mencerminkan kedisiplinan dan etika dalam forum resmi lembaga legislatif.

Ia memastikan DPRD Jember akan menindaklanjuti persoalan itu melalui mekanisme Badan Kehormatan.

“Kami atas nama pimpinan DPRD menyampaikan permohonan maaf dan ini akan diproses karena menyangkut etika lembaga,” kata Halim dalam keterangannya.

Selain proses di DPRD, Partai Gerindra juga disebut akan mengambil langkah internal terhadap Syahri.

Halim menjelaskan kader muda tersebut masih tergolong baru di fraksi dan belum pernah mengikuti pendidikan kaderisasi partai di Hambalang.

Gerindra, lanjut dia, akan memberikan teguran maupun sanksi sesuai aturan organisasi apabila ditemukan pelanggaran disiplin.

Belum Ada Klarifikasi dari Syahri

Hingga Selasa (12/5/2026), Achmad Syahri Assidiqi belum memberikan tanggapan terkait video yang beredar.

Pesan maupun panggilan yang ditujukan kepadanya juga belum mendapatkan respons.

Pimpinan DPRD Jember berencana memanggil Syahri untuk meminta klarifikasi sekaligus mendorong adanya permintaan maaf kepada masyarakat.