Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Menjaga Lisan agar Terhindar dari Perpecahan

الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه كما يحب ربنا ويرضى، نحمده سبحانه وتعالى ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

أما بعد، فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فقد فاز المتقون.

Khutbah Pertama

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya tampak dalam ibadah ritual, tetapi juga terlihat dari perilaku dan ucapan sehari-hari.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 13:

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah.

Salah satu akhlak mulia yang diajarkan Islam adalah menjaga ucapan. Lisan yang digunakan untuk berkata baik dapat menjadi jalan menuju kebaikan dan mempererat hubungan antarmanusia. Sebaliknya, ucapan buruk mampu memicu pertengkaran, kebencian, bahkan permusuhan.

Islam mengajarkan umatnya untuk berbicara dengan santun kepada siapa pun. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 83:

“Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.”

Perintah ini menunjukkan bahwa tutur kata merupakan bagian penting dari akhlak seorang muslim. Kata-kata yang lembut dapat menenangkan hati, sedangkan ucapan kasar sering kali melukai orang lain.

Dalam Surah Al-Isra ayat 53, Allah SWT kembali mengingatkan:

“Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik. Sesungguhnya setan menimbulkan perselisihan di antara mereka.”