Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus memantau perkembangan wabah hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar MV Hondius setelah muncul dua dugaan kasus baru di Spanyol dan Tristan da Cunha, wilayah terpencil di Samudra Atlantik Selatan.

Kedua kasus itu muncul setelah sebelumnya delapan orang dilaporkan terinfeksi dalam klaster penyakit pernapasan berat di atas kapal berbendera Belanda tersebut. Tiga di antaranya meninggal dunia.

Dua Dugaan Kasus Baru Muncul

Seorang pria dilaporkan jatuh sakit usai meninggalkan kapal pesiar MV Hondius. Di sisi lain, seorang perempuan berusia 32 tahun di Provinsi Alicante, Spanyol, mengalami gejala yang mengarah pada infeksi hantavirus.

Otoritas kesehatan Spanyol menyebut perempuan itu sempat duduk dua baris di belakang penumpang asal Belanda yang diketahui terinfeksi saat penerbangan.

Penumpang asal Belanda tersebut sebelumnya jatuh sakit ketika transit di Johannesburg sebelum akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.

Sementara itu, Badan Keamanan Kesehatan Inggris juga melaporkan seorang pria asal Inggris di Tristan da Cunha diduga ikut terpapar virus setelah kapal sempat singgah di wilayah tersebut pada pertengahan April.

WHO Nilai Risiko Global Masih Rendah

WHO menyatakan enam dari delapan kasus awal telah terkonfirmasi sebagai hantavirus. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan wabah itu melibatkan virus Andes.

Virus Andes merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular secara terbatas antar manusia melalui kontak erat dan berlangsung lama.

Meski demikian, WHO menilai risiko penularan kepada masyarakat luas masih rendah.

Pejabat teknis WHO untuk ancaman virus, Anais Legand, menjelaskan pola penyebaran yang terjadi di kapal maupun setelah penumpang turun masih menunjukkan tingkat transmisi terbatas.

>>> Link Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X Bikin Heboh, Warganet Diingatkan soal Ancaman Phishing