Sir David Attenborough resmi memasuki usia 100 tahun pada 8 Mei 2026. Penyiar dan sejarawan alam asal Inggris itu menjadi bagian dari kelompok kecil manusia yang mampu mencapai usia satu abad.

Di tengah reputasinya sebagai tokoh konservasi dunia, Attenborough justru menilai umur panjangnya bukan hasil pola hidup sempurna, melainkan keberuntungan.

Dalam wawancara beberapa tahun lalu, Attenborough mengatakan dirinya bersyukur masih memiliki kondisi fisik dan kemampuan berpikir yang baik saat banyak orang seusianya mulai mengalami penurunan kesehatan akibat penuaan.

Genetik Disebut Berpengaruh Besar

Peneliti menilai pandangan Attenborough tentang “keberuntungan” memiliki dasar ilmiah. Faktor genetik disebut memainkan peran penting dalam menentukan peluang seseorang mencapai usia sangat lanjut.

Saat Attenborough lahir pada 1926, harapan hidup rata-rata di Inggris berada di kisaran 58 tahun. Kini, angka tersebut telah melampaui 79 tahun berkat perkembangan layanan kesehatan dan perubahan gaya hidup masyarakat.

Ilmuwan memperkirakan peluang mencapai usia 90 tahun dipengaruhi kombinasi genetik dan kebiasaan hidup sehat, seperti pola makan serta aktivitas fisik. Namun, ketika seseorang mampu hidup hingga lebih dari 100 tahun, faktor keturunan disebut menjadi semakin dominan.

>>> Nasib Anak Badut Mojokerto Jadi Sorotan Setelah Kasus Tragis Orang Tua

Tetap Aktif di Usia Senja

Selain faktor biologis, gaya hidup Attenborough juga dinilai mendukung proses penuaan yang sehat. Ia diketahui tetap aktif bekerja, menjaga interaksi sosial, dan terus terlibat dalam proyek dokumenter meski telah memasuki usia lanjut.

Attenborough bahkan pernah mengaku tidak menyukai gagasan pensiun. Pada ulang tahunnya yang ke-99 tahun lalu, ia masih merilis film dokumenter baru yang menyoroti pentingnya lautan bagi kehidupan bumi.