Brand Sosis Disorot Usai Konsumen Klaim Diteror setelah Laporkan Produk Bermasalah

Kegaduhan di media sosial menyeret nama salah satu produsen sosis besar di Indonesia setelah seorang konsumen mengaku mendapat tekanan usai menyampaikan keluhan terkait produk yang diduga bermasalah.

Peristiwa itu mencuat dari unggahan akun X @ccookk_ pada 6 Mei 2026. Unggahan tersebut menampilkan kondisi sosis berwarna hitam yang disebut telah dikonsumsi sebagian oleh anak pemilik akun.

Dalam keterangannya, pemilik akun menyebut sempat memperoleh kompensasi dari pihak perusahaan. Namun setelah keluhan dipublikasikan di media sosial, ia mengaku terus dihubungi agar menghapus unggahan tersebut.

"Dapat kompensasi, dapat spam suruh hapus postingan," tulis akun tersebut.

Konsumen Unggah Dugaan Permintaan Hapus Keluhan

Tangkapan layar percakapan yang dibagikan memperlihatkan pesan dari pihak yang mengatasnamakan brand sosis tersebut. Dalam pesan itu, konsumen diminta menghapus mention pada sejumlah akun media sosial produk.

Pihak perusahaan beralasan produk yang dikeluhkan belum menjalani pemeriksaan internal.

"Kami mohon kerjasamanya untuk menghapus mention yang berada di Instagram So Nice, Instagram So Good, dan Instagram Real Good. Karena produk tersebut belum kami lakukan pengecekan," bunyi pesan yang diunggah akun tersebut.

Komunikasi kemudian disebut berlanjut melalui WhatsApp. Dalam percakapan itu, pihak perusahaan meminta dokumentasi sisa produk yang belum dibuka.

Selain pesan singkat, unggahan tersebut juga memperlihatkan adanya beberapa panggilan telepon dari pihak perusahaan yang tidak dijawab oleh konsumen.

>>> Mobile JKN Jadi Sorotan Usai Dikaitkan dengan Perselingkuhan di Media Sosial

Respons Warganet Meluas

Unggahan tersebut dengan cepat menarik perhatian pengguna media sosial dan telah dilihat ratusan ribu kali.

Sejumlah warganet mempertanyakan proses pengawasan mutu produk hingga barang yang diduga tidak layak konsumsi bisa beredar di pasaran.

  • Beberapa pengguna menyinggung sistem quality control perusahaan.
  • Ada pula yang menilai permintaan penghapusan unggahan justru memperkeruh situasi.
  • Warganet meminta perusahaan memberikan penjelasan terbuka terkait dugaan tersebut.

Hingga ramai diperbincangkan di media sosial, belum ada keterangan resmi lanjutan dari perusahaan terkait isi percakapan yang viral tersebut.