Khutbah Jumat tentang Bahaya Takabur dan Pentingnya Tawadhu bagi Umat Muslim

Jamaah Shalat Jumat rahimakumullah, sifat takabur menjadi salah satu penyakit hati yang paling berbahaya dalam kehidupan manusia. Sikap ini bukan hanya menjauhkan seseorang dari sesama, tetapi juga dapat menghalangi datangnya hidayah dari Allah SWT.

Rasulullah SAW telah menjelaskan makna takabur dalam sebuah hadis:

الكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Artinya: “Takabur adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.” (HR Muslim)

>>> Jadwal Program Televisi Sabtu, 9 Mei 2026 ada Film Hounds of War dan Reprisal di ANTV, GTV, Indosiar, MDTV, Metro TV, MNCTV, RCTI, SCTV, Trans 7, Trans TV dan TVONE serta Link Streaming

Dua Bentuk Kesombongan yang Membinasakan

Berdasarkan hadis tersebut, ada dua bentuk kesombongan yang kerap muncul dalam diri manusia.

Pertama, menolak kebenaran meskipun mengetahui bahwa hal itu benar. Sikap ini sering muncul karena seseorang merasa lebih tinggi kedudukan, lebih tua, atau lebih dihormati dibanding orang yang menyampaikan nasihat.

Kesombongan seperti inilah yang menyeret Fir’aun menuju kebinasaan. Meski telah menyaksikan mukjizat Nabi Musa ‘alaihissalam, ia tetap menolak beriman karena tidak ingin kehilangan kedudukan dan pengaruhnya.

Hal serupa juga terjadi pada sebagian Bani Israil ketika Nabi Isa ‘alaihissalam diutus kepada mereka. Kesombongan membuat mereka enggan menerima kebenaran yang nyata di hadapan mata.

Tokoh-tokoh Quraisy pun mengalami hal yang sama. Mereka mengetahui kemuliaan Alquran dan menyadari bahwa kalam tersebut bukan syair biasa, tetapi keangkuhan membuat mereka menolak dakwah Rasulullah SAW.

Kedua, merasa diri lebih mulia dibanding orang lain. Seseorang memandang dirinya paling sempurna karena harta, ilmu, keturunan, jabatan, atau penampilan yang dimiliki.