Menurutnya, pemerintah harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk sekolah, bekerja, maupun berobat.

>>> Apa Penyebab Followers Instagram Mendadak Berkurang? Benarkah Meta Diduga Bersihkan Akun Palsu?

Alternatif Pekerjaan Disiapkan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebenarnya telah menawarkan alternatif pekerjaan bagi para buruh tambang, khususnya pekerja kasar.

Dedi menyebut para pekerja direncanakan dialihkan menjadi tenaga kebersihan di bawah Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat.

Skema itu dinilai lebih aman karena disertai kepastian penghasilan dan perlindungan kerja dibanding pekerjaan tambang harian yang hanya menghasilkan sekitar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per hari.

Meski demikian, program tersebut belum berjalan karena data pekerja yang dibutuhkan pemerintah belum diterima secara lengkap.

"Saya sudah meminta agar mereka dimasukkan menjadi tenaga kebersihan untuk wilayah Bogor, tetapi sampai sekarang datanya belum diberikan," ucapnya.

Keputusan Tambang Disebut Harus Hati-Hati

Dedi memastikan pemerintah tidak akan terburu-buru mengambil keputusan membuka kembali aktivitas tambang di Bogor.

Ia menegaskan seluruh kebijakan akan diputuskan berdasarkan sistem dan kajian yang sedang disusun pemerintah daerah.