Pemerintah daerah menilai rumah layak huni menjadi kebutuhan mendasar untuk mendukung kehidupan keluarga yang lebih baik.

“Karena rumah layak bukan hanya tentang bangunan, tapi tentang rasa aman dan masa depan keluarga di dalamnya. Satu kunci hari ini, menjadi awal kehidupan yang lebih baik,” lanjut pernyataan tersebut.

Sherly Pernah Temui Warga Tinggal di Rumah Darurat

Sebelumnya, Sherly Tjoanda juga sempat mengunjungi kawasan Kalumata dan menemui Eka Abdul Halim, seorang penjual sayur yang tinggal bersama suami serta dua anaknya.

Keluarga tersebut diketahui bertahun-tahun menempati rumah darurat meski telah memiliki sebidang tanah sendiri.

Menurut penjelasan pendamping program, kondisi bangunan yang ditempati keluarga itu memang sudah tidak layak untuk dihuni.

“Kelayakannya tidak perlu diperdebatkan,” ujar pejabat pendamping program saat mendampingi kunjungan gubernur.