The Bell Panggilan untuk Mati Angkat Teror Penebok dari Mitos Masyarakat Belitung

Industri film horor Indonesia kembali menghadirkan kisah yang berakar dari kepercayaan lokal. Kali ini, film The Bell: Panggilan untuk Mati membawa cerita tentang sosok mistis Penebok, hantu tanpa kepala yang dikenal dalam legenda masyarakat Belitung.

Cerita film tersebut berpusat pada sebuah lonceng keramat yang diyakini telah dijaga turun-temurun oleh keluarga dukun selama ratusan tahun. Lonceng itu dipercaya menjadi alat untuk mengurung roh-roh jahat agar tidak mengganggu manusia.

Teror Penebok Menghantui Desa

Masalah mulai muncul ketika lonceng tersebut dibunyikan oleh seseorang yang tidak memahami bahaya di baliknya. Sejak saat itu, Penebok kembali muncul dan menebar ancaman di tengah warga desa.

Sosok setan tanpa kepala itu dikenal sebagai makhluk yang haus tumbal. Kehadirannya memicu ketakutan dan kejadian-kejadian ganjil yang sulit dijelaskan secara logika.

Teror tersebut membuat Danto yang diperankan Bhisma Mulia memutuskan kembali ke Belitung setelah lama meninggalkan kampung halamannya.

Bersama Airin yang dimainkan Ratu Sofia dan Hanafi yang diperankan Maulidan Zuhri, Danto berusaha menghadapi kekuatan gaib yang berkaitan dengan kepercayaan lama sekaligus rahasia masa lalu yang belum terungkap.

Deretan Pemain dan Tim Produksi

>>> Jadwal Acara Televisi Jumat, 8 Mei 2026 ada Film Knives Out (2019) dan Kill Chain di ANTV, GTV, Indosiar, MDTV, Metro TV, MNCTV, RCTI, SCTV, Trans 7, Trans TV dan TVONE serta Link Streaming

The Bell: Panggilan untuk Mati digarap sutradara Jay Sukmo di bawah rumah produksi Sinemata Buana Kreasindo.

Naskah film ini ditulis Priesnanda Dwisatria. Sementara posisi produser diisi Aris Muda Irawan bersama Rendy Gunawan.

Film tersebut turut dibintangi sejumlah aktor muda, di antaranya:

  • Bhisma Mulia
  • Ratu Sofia
  • Maulidan Zuhri
  • Givina Lukita Dewi
  • Syalom Razade
  • Mathias Muchus
  • Septian Dwi Cahya
  • Nabil Lunggana

Kehadiran film ini menambah deretan horor Indonesia yang mengangkat cerita rakyat dan mitos daerah sebagai inti kisahnya.