Dalam penjelasan tersebut, sekolah menekankan bahwa tidak ada diagnosis medis resmi yang menyimpulkan sepatu sebagai penyebab langsung kematian.

Pihak keluarga juga disebut sempat membatasi informasi terkait kondisi ekonomi kepada sekolah, sehingga penanganan tidak dapat dilakukan lebih awal.

>>> Profil Rolland E Potu Gugat PT KAI Rp100 Miliar Usai Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi

Minim Penanganan Medis Jadi Sorotan

Berdasarkan keterangan keluarga, selama mengalami sakit, Mandala tidak menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Penanganan yang dilakukan hanya sebatas pemberian minyak angin dan vitamin, karena kondisi yang dialami dianggap sebagai pembengkakan biasa atau gejala kurang darah.

Situasi ini memperlihatkan adanya keterbatasan akses maupun pemahaman terhadap layanan kesehatan yang tersedia.

Refleksi bagi Dunia Pendidikan dan Masyarakat

Peristiwa ini memunculkan keprihatinan luas mengenai kondisi siswa dari keluarga kurang mampu, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dasar.

Kurangnya komunikasi terbuka antara pihak keluarga dan sekolah dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat bantuan tidak tersalurkan secara optimal.

SMKN 4 Samarinda menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Mandala dan berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bersama.

Upaya membangun komunikasi yang lebih terbuka antara orang tua dan institusi pendidikan dinilai penting agar kebutuhan siswa dapat terdeteksi dan ditangani lebih cepat.