Canro Simarmata Minta Rp10 Juta untuk Penggunaan Video Drone Jalur Torean

Isu mengenai permintaan biaya penggunaan video drone jalur Torean oleh kreator konten perjalanan, Canro Simarmata, ramai diperbincangkan di media sosial.

Perbincangan ini bermula ketika tim Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata menghubungi Canro melalui pesan langsung di Instagram untuk meminta izin penggunaan karyanya.

Permintaan Izin dari Tim UKP Pariwisata

Dalam pesan tersebut, tim menyampaikan ketertarikan terhadap konten jalur Torean yang dibuat Canro.

Mereka menjelaskan bahwa video itu akan dimanfaatkan sebagai materi publikasi untuk edukasi dan informasi pariwisata melalui kanal resmi.

Permintaan itu juga disertai harapan adanya kerja sama dalam mendukung promosi destinasi wisata kepada masyarakat luas.

Respons Canro Simarmata

Menanggapi permintaan tersebut, Canro menyampaikan apresiasi atas tujuan promosi yang dilakukan.

Ia mengaku terbuka jika karyanya dapat membantu memperkenalkan potensi wisata Indonesia.

Namun, Canro menetapkan tarif sebesar Rp10 juta untuk penggunaan satu video miliknya.

  • Tarif penggunaan video: Rp10 juta per konten
  • Biaya izin drone: sekitar Rp2 juta per hari
  • Termasuk biaya operasional produksi di lapangan

Menurutnya, nilai tersebut disesuaikan dengan proses produksi yang melibatkan berbagai kebutuhan teknis, termasuk pengurusan izin penerbangan drone saat pendakian.

>>> I.O.I Rilis Teaser Suddenly, Adegan Jeon Somi Cium Bibir Kim Doyeon Picu Perbincangan

Profil Singkat Canro Simarmata

Canro Simarmata dikenal sebagai travel blogger yang aktif mendokumentasikan perjalanan di berbagai destinasi Indonesia.

Ia lahir di Pulau Samosir pada 4 September 1987 dan kerap membagikan pengalaman melalui tulisan, fotografi, serta video.

Selain itu, Canro juga dikenal sebagai pendaki yang sering menjelajahi gunung-gunung di Tanah Air.

Saat ini, akun Instagram miliknya telah diikuti lebih dari 268 ribu pengguna, menjadikannya salah satu kreator konten perjalanan yang cukup berpengaruh.