Dokter Myta Aprilia Azmy Meninggal, Kondisi Kritis dengan Saturasi Oksigen di Bawah 80 Persen

Seorang dokter magang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Myta Aprilia Azmy, meninggal dunia setelah menjalani tugas jaga di rumah sakit tempat ia bertugas.

Kondisi kesehatan Myta disebut sudah menurun sebelum akhirnya berpulang, diduga akibat kelelahan kerja yang berkepanjangan di tengah kondisi tubuh yang tidak fit.

Kondisi Memburuk Sejak Maret

Berdasarkan keterangan Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, penurunan kondisi Myta telah terjadi sejak Maret 2026.

Meski mengalami gangguan kesehatan, ia tetap dijadwalkan menjalani tugas jaga malam di rumah sakit.

Dalam penjelasan tertulis, disebutkan bahwa Myta sempat mengeluhkan sesak napas dan demam tinggi sebelum menjalankan tugasnya.

Dirawat Intensif Sebelum Meninggal

Kondisi Myta terus memburuk hingga akhirnya harus mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.

Namun, upaya penanganan medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, 1 Mei 2026.

Saturasi Oksigen Turun Drastis

Sebelum meninggal, kadar saturasi oksigen dalam tubuh Myta dilaporkan berada di bawah 80 persen, menandakan kondisi yang sangat kritis.

Ia juga disebut menjalani jam kerja panjang hingga 12 jam per hari, terutama saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat.

>>> Nolja Muncul Usai AVMOV Ditutup, Praktik Perdagangan Video Ilegal di Korea Selatan Kian Terselubung

Sorotan pada Sistem Kerja dan Fasilitas

  • Diduga minimnya pengawasan dari dokter pembimbing
  • Keterbatasan fasilitas medis termasuk obat-obatan
  • Tekanan agar kondisi tidak meluas ke publik

Ikatan alumni menilai sejumlah faktor tersebut turut berkontribusi terhadap situasi yang dialami Myta selama bertugas.

Atas peristiwa ini, mereka mendesak Kementerian Kesehatan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap rumah sakit terkait, guna memastikan sistem kerja dan keselamatan tenaga medis berjalan sesuai standar.