Nolja Muncul Usai AVMOV Ditutup, Praktik Perdagangan Video Ilegal di Korea Selatan Kian Terselubung

Penutupan kasus AVMOV di Korea Selatan belum sepenuhnya menghentikan praktik kejahatan digital berbasis konten asusila ilegal.

Publik kini dihadapkan pada kemunculan situs baru bernama Nolja yang disebut memiliki sistem lebih tertutup dan sulit dilacak.

Situs Tertutup dengan Akses Terbatas

Berdasarkan laporan media setempat, Nolja beroperasi dengan mekanisme keanggotaan yang ketat.

Hanya pengguna terdaftar yang dapat mengakses konten, berbeda dengan AVMOV yang sebelumnya lebih terbuka untuk publik.

Model ini membuat peredaran konten menjadi lebih tersembunyi dan menyulitkan upaya penindakan.

Korban Berasal dari Lingkar Terdekat

Dalam praktiknya, pelaku merekam video tanpa persetujuan korban yang justru berasal dari lingkungan pribadi.

  • Pasangan seperti pacar atau istri
  • Anggota keluarga sendiri
  • Orang terdekat lainnya

Rekaman tersebut kemudian disebarluaskan atau diperjualbelikan melalui platform tertutup tersebut.

Pola ini berbeda dengan kasus kamera tersembunyi di ruang publik yang melibatkan orang asing.

Lanjutan Kasus Besar AVMOV

AVMOV sebelumnya menjadi salah satu kasus besar kejahatan digital di Korea Selatan.

Kasus tersebut berpusat pada distribusi konten intim tanpa persetujuan korban, yang dikenal sebagai praktik molka.

Meski telah ditutup oleh aparat, kemunculan Nolja menunjukkan pola kejahatan serupa masih terus berkembang dengan metode baru.

>>> Kemenkes Selidiki Kasus Dokter Internship FK Unsri Meninggal Diduga Akibat Beban Kerja

Upaya Penindakan dan Tantangan Aparat

Otoritas Korea Selatan telah berupaya memblokir puluhan domain yang terkait dengan Nolja.

Namun, operator situs terus mengganti alamat baru secara cepat untuk menghindari pelacakan.

Kasus ini kini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang.

Pakar hukum mengingatkan bahwa tidak hanya pelaku distribusi, tetapi juga pihak yang mengakses atau menonton konten ilegal dapat dikenai sanksi pidana.