Sebuah situs bernama Nolja menjadi perhatian publik di Korea Selatan setelah diduga memuat konten video ilegal yang mengarah pada praktik pelecehan.

Kasus ini mencuat di ruang publik usai perbincangan luas di media sosial, yang kemudian berujung pada penyelidikan oleh aparat kepolisian setempat.

Situs Tertutup dengan Akses Terbatas

Berdasarkan informasi yang beredar, Nolja beroperasi sebagai platform tertutup yang tidak dapat diakses secara bebas.

Pengguna hanya bisa masuk melalui sistem undangan, sehingga aktivitas di dalamnya berlangsung secara terbatas dan terorganisir.

Konten Diduga Berasal dari Rekaman Pribadi

Di dalam situs tersebut, ditemukan berbagai unggahan video yang diduga direkam tanpa persetujuan pihak yang menjadi objek.

Sejumlah konten disebut melibatkan orang-orang terdekat dari pengunggah, yang memicu kekhawatiran serius terkait pelanggaran privasi dan hukum.

Sistem Poin dan Tingkatan Pengguna

  • Pengguna aktif memperoleh poin dari interaksi seperti komentar dan tanda suka
  • Poin digunakan untuk membuka akses ke konten tertentu
  • Tersedia jenjang akun berdasarkan aktivitas pengguna

Skema ini membuat aktivitas dalam situs menyerupai mekanisme permainan, di mana keterlibatan pengguna menentukan tingkat akses mereka.

Fitur Berbayar dan Forum Eksklusif

Nolja juga menyediakan layanan keanggotaan berbayar bagi pengguna yang ingin mendapatkan akses lebih luas.

Pada tingkat tertinggi, pengguna dilaporkan dapat masuk ke forum eksklusif yang berisi konten sensitif, termasuk unggahan yang mengarah pada eksploitasi hubungan pribadi.

>>> Amien Rais Soroti Teddy Indra Wijaya, Qodari Nilai Terjebak Hoaks AI

Kasus Masuk Penyelidikan

Pihak berwenang di Korea Selatan kini tengah mendalami aktivitas di balik situs tersebut untuk mengungkap dugaan pelanggaran hukum yang terjadi.

Perkembangan kasus ini terus menjadi sorotan publik seiring meningkatnya kesadaran terhadap isu kejahatan digital dan perlindungan privasi.