Green SM Disorot Usai Insiden Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Profil Perusahaannya

Insiden tabrakan kereta di kawasan Stasiun Bekasi Timur menyeret nama layanan taksi listrik Green SM. Kendaraan tersebut diduga terlibat dalam peristiwa awal yang memicu gangguan perjalanan kereta.

Peristiwa bermula ketika sebuah taksi listrik tertabrak rangkaian KRL Commuter Line di sekitar lokasi. Dampak dari kejadian itu membuat satu rangkaian KRL terhenti di jalur rel.

Kondisi tersebut menyebabkan perjalanan kereta lain ikut tertahan di Stasiun Bekasi Timur sambil menunggu jalur kembali aman untuk dilalui.

Situasi semakin memburuk saat kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek melintas dan menabrak KRL yang tengah berhenti. Insiden ini pun memicu perhatian luas publik.

Respons Green SM atas Insiden

Pihak Green SM memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut melalui pernyataan resmi. Perusahaan menyatakan telah menyampaikan informasi yang dibutuhkan kepada pihak berwenang.

Dalam keterangan tertulisnya, Green SM menegaskan dukungan penuh terhadap proses investigasi yang tengah berlangsung.

Perusahaan juga menekankan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam operasionalnya.

“Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan,” demikian pernyataan yang disampaikan.

Mengenal Taksi Listrik Green SM

Green SM merupakan layanan taksi berbasis kendaraan listrik yang berasal dari Vietnam. Armada yang digunakan sepenuhnya mengandalkan mobil listrik produksi VinFast.

Perusahaan ini berada di bawah PT Xanh SM Green And Smart Mobility (GSM), yang bergerak di sektor transportasi publik ramah lingkungan.

GSM menjalankan dua lini usaha utama, yakni layanan taksi listrik serta penyewaan mobil dan sepeda motor listrik.