Keterangan lain disampaikan wali murid berinisial HF. Ia menceritakan keponakannya yang baru satu hari dititipkan langsung menolak kembali pada hari berikutnya.

“Baru masuk satu hari, besoknya sudah tidak mau. Setiap diajak berangkat selalu menolak,” kata HF.

Keluarga sempat mengira kondisi tersebut sebagai bagian dari proses penyesuaian. Namun, rasa takut yang terus muncul membuat mereka curiga ada hal lain.

HF menyebut anak tersebut pernah mengatakan bahwa pengasuh di tempat itu bersikap keras. Meski tidak ditemukan luka fisik, dampak yang terlihat justru pada kondisi psikologis anak.

Dugaan Perlakuan Tidak Layak Beredar

Sejumlah informasi lain juga muncul di media sosial, termasuk dugaan adanya tindakan seperti pengikatan dan perlakuan tidak layak terhadap anak-anak di dalam daycare.

Seorang warga sekitar mengaku mendengar kabar serupa. Ia menyebut tidak diperbolehkan masuk ke dalam lokasi saat kejadian, kecuali pihak tertentu.

Seluruh informasi yang beredar hingga kini masih bersifat dugaan dan belum mendapatkan konfirmasi resmi.

Belum Ada Keterangan Resmi

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi mengenai kronologi maupun pihak yang terlibat.

Pengelola Daycare Little Aresha juga belum memberikan tanggapan atas tudingan yang berkembang di masyarakat.

Kasus ini menjadi perhatian banyak pihak, terutama orang tua, yang menunggu kejelasan hasil penyelidikan untuk memastikan keamanan layanan penitipan anak.