Buya Yahya Serukan Umat Tak Ributkan Sunni-Syiah di Tengah Ketegangan Iran dan Israel
Polemik mengenai perbedaan Sunni dan Syiah kembali ramai diperbincangkan di media sosial Indonesia seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Menanggapi hal tersebut, ulama pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, KH Yahya Zainul Ma’rif atau Buya Yahya, mengingatkan umat Islam agar tidak terjebak dalam perdebatan sektarian.
Menurut Buya Yahya, situasi konflik kemanusiaan yang terjadi di kawasan tersebut seharusnya menjadi momentum bagi umat untuk bersatu, bukan memperbesar perbedaan mazhab.
Seruan untuk Menghindari Perpecahan
Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui akun media sosialnya, Buya Yahya menegaskan bahwa pembahasan mengenai perbedaan Sunni dan Syiah tidak relevan ketika terjadi konflik kemanusiaan.
"Hari ini, bukan waktunya kita bicara itu. Selagi untuk menghancurkan kezaliman kepada kemanusiaan, mereka adalah pejuang dunia," ujar Buya Yahya.
Ia menekankan bahwa dukungan terhadap perjuangan melawan ketidakadilan tidak seharusnya dibatasi oleh sekat mazhab, negara, maupun latar belakang lainnya.
Konteks Ketegangan di Timur Tengah
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang memicu berbagai perbincangan di media sosial.
Situasi tersebut memunculkan beragam opini di kalangan warganet, termasuk perdebatan mengenai sikap umat Islam terhadap konflik yang sedang berlangsung.
Buya Yahya menilai polemik tersebut berpotensi memecah fokus umat terhadap persoalan kemanusiaan yang lebih besar.
Sentimen Sektarian di Media Sosial
Di dunia maya, sebagian pengguna internet terlihat memperdebatkan latar belakang mazhab dalam menilai pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.
Perdebatan tersebut dinilai dapat memperuncing perbedaan di tengah masyarakat jika tidak disikapi dengan bijak.
Buya Yahya mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak dalam narasi yang justru memperlemah persatuan.
Pentingnya Fokus pada Isu Kemanusiaan
Menurut Buya Yahya, fokus utama seharusnya diarahkan pada persoalan kemanusiaan dan upaya menghentikan kezaliman yang terjadi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap kritis terhadap informasi yang beredar serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang dapat memicu perpecahan.
Seruan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi umat agar menjaga persatuan di tengah berbagai perbedaan pandangan yang muncul di ruang publik.
Update Terbaru
Samsung Ungkap Rasio Layar Galaxy Z Fold8 Lewat Sepotong Coklat
Rabu / 01-07-2026, 15:21 WIB
5 Fakta Menarik Jelang Belgia vs Senegal: Ujian Berat Setan Merah Jinakkan Singa Teranga
Rabu / 01-07-2026, 15:20 WIB
Keangkeran Stadion Azteca di Balik 'Kesaktian' Meksiko di Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 15:20 WIB
AS Cabut Larangan Ekspor Fable 5 dan Mythos 5 Anthropic
Rabu / 01-07-2026, 15:20 WIB
Pimpinan BSI Area Sulsel Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Verbal, Karyawati Mengaku Alami Tekanan Psikologis
Rabu / 01-07-2026, 15:16 WIB
Usai Perpanjang Kontrak, Eksel Runtukahu Kirim Pesan Tegas ke Jakmania
Rabu / 01-07-2026, 15:15 WIB
Jang Yoon Jung Buka Suara Usai Ibu Kandung Terseret Kasus Dugaan Penipuan Investasi
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Giselle dan Ningning Aespa Tunjukkan Tindik Pusar Serasi
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Polri Kawal Isu PHK, 4.216 Buruh Diklaim Bisa Kerja Lagi
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
BPS Catat Harga Oli dan Bensin Jadi Pendorong Inflasi Juni 2026
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Bos Maktour Tak Hadiri Pemeriksaan KPK karena di Luar Negeri
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Suku Bunga Naik, Bank Jakarta Pilih Pertumbuhan Berkualitas
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Siapa Anak dan Istri Dadi Yudistira? Eks Gitaris Superglad yang Meninggal Dunia, Bukan Orang Sembarangan?
Rabu / 01-07-2026, 15:13 WIB
Penyebab Kematian Daveigh Chase Terungkap, Komplikasi AIDS Jadi Penyebab Utama
Rabu / 01-07-2026, 15:11 WIB






