15 Tersangka Diamankan Usai Terlibat Dalam Pembuatan Uang Palsu di Perpustakaan Kampus di UIN Makassar
15 Tersangka Diamankan Usai Terlibat Dalam Pembuatan Uang Palsu di Perpustakaan Kampus di UIN Makassar
Kasus Pabrik Uang Palsu di UIN Makassar: 15 Tersangka Diamankan, Terungkapnya Sindikat Pemalsuan
Pihak kepolisian dari Polres Gowa berhasil mengungkap jaringan pabrik uang palsu yang beroperasi di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Penyelidikan ini mengarah pada penangkapan 15 tersangka yang diduga terlibat dalam produksi uang palsu senilai ratusan juta rupiah.
Pengungkapan Kasus Bermula dari Perpustakaan UIN Makassar
Kasus ini mencuat setelah pihak kepolisian menemukan sejumlah uang palsu senilai Rp446,7 juta yang disita dari area kampus UIN Makassar. Ditemukan pula bahwa sebagian besar aktivitas pemalsuan dilakukan di dalam perpustakaan kampus tersebut. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa ada keterlibatan sejumlah oknum dari staf UIN Makassar dalam praktik ilegal ini. Bahkan, Kepala Perpustakaan UIN Makassar diduga turut berperan dalam aksi pemalsuan uang tersebut.
Kepala Kepolisian Resor Gowa, AKBP Reonald TS Simanjutak, dalam keterangan resminya pada Selasa (17/12) mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya telah menetapkan 15 orang sebagai tersangka. Dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya telah ditahan, sementara lima lainnya dalam perjalanan menuju lokasi penahanan, dengan satu orang masih dalam perjalanan dari Wajo.
Sindikat Pemalsuan Uang Palsu yang Tersembunyi di Kampus
Kasus ini pertama kali terendus pada awal Desember 2024, ketika polisi menerima informasi mengenai adanya aktivitas mencurigakan di dalam kampus. Polres Gowa segera melakukan penyelidikan bersama sejumlah pihak terkait, termasuk laboratorium forensik (Labfor), Bank Indonesia (BI), dan bank-bank komersial seperti BRI dan BNI, untuk menyelidiki keaslian uang yang ditemukan.
Reonald menjelaskan bahwa pihaknya mendapat banyak bantuan dalam proses pengungkapan ini. "Kami melibatkan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia dan beberapa bank, serta mendapatkan dukungan dari pihak rektorat UIN Makassar. Karena ternyata alat dan barang bukti yang ditemukan di lokasi berada di salah satu universitas di Gowa," ujarnya.
Update Terbaru
Aksi Heroik Warga Gagalkan Penusukan Tiga Wanita oleh Pria di Paris
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Stunting pada Anak Berdampak Serius pada Perkembangan Kognitif
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Klasemen Piala AFF 2026: Garuda Tempel Vietnam Usai Pesta Gol
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Mitchell Baker Ungkap Rasa Tak Percaya Usai Cetak Hattrick untuk Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Bosan dengan Plafon Putih? Ini 7 Rekomendasi Warna dari Desainer
Selasa / 28-07-2026, 00:28 WIB
Splatoon Raiders Kuasai Puncak Metacritic dan Pimpin Penjualan UK
Selasa / 28-07-2026, 00:22 WIB
Stop Killing Games Kritik Langkah PlayStation Tinggalkan Kaset Fisik
Selasa / 28-07-2026, 00:15 WIB
Mainan Kucing Magikarp Pokémon Dijual Empat Kali Lipat di Pasar Sekunder
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Evolusi Delibird di Pokémon Diamond dan Pearl Muncul dari DVD Langka
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
S.T.A.L.K.E.R. 2 Cost of Hope Ungkap Jadwal Rilis dan Menuju Chernobyl
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Jim Carrey Beri Penghormatan Terakhir Usai Chuck Russell Meninggal
Selasa / 28-07-2026, 00:08 WIB
Evolusi Tren Gym Modern: Bukan Cuma Tempat Angkat Beban Biasa
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Makeup Praktis dan Nyaman Jadi Tuntutan Baru Gaya Hidup Perempuan Modern
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Sensasi uji aroma langsung ubah cara konsumen belanja parfum
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB







