Meski begitu, ia langsung terpesona dan membayangkan dirinya menjelajahi dunia dalam naskah.

“Alam gwi — dunia lain yang dihuni roh — terbayang begitu jelas di imajinasi saya,” tambahnya.

Nam mempelajari karakter Gu-cheon secara mendalam, hingga sutradara memuji pemahamannya yang tajam.

Ia meyakini Gu-cheon memiliki trauma karena selamat dari jatuh ke air bersama ibunya, sehingga membenci air dan menjadi penyendiri.

“Saya ingin menggambarkannya sebagai seseorang yang menerima kesepian masa kecil dan kesendirian karena berpindah dua dunia, lalu menjalani hidup sendiri,” jelas Nam.

Adegan Laga dan Transformasi Fisik

Nam menjalani sendiri sebagian besar adegan laga. Saat syuting pertarungan dengan roh di Episode 3, ia sedang pilek.

“Ayunan pedangnya yang lemah justru terlihat lebih putus asa, cocok dengan kondisi Gu-cheon yang kehilangan energi,” katanya.

Ia juga menambahkan detail halus pada gerakan untuk menunjukkan bahwa Gu-cheon melawan hantu, bukan manusia.

“Rasanya bukan menghancurkan, tapi membujuk roh agar melepaskan dendam dan pergi ke tempat lebih baik,” ujar Nam.

Selama syuting, berat badannya turun dari 84-85 kg menjadi 78 kg untuk menggambarkan energi yang terkuras.

“Perubahan penampilan penting untuk menunjukkan transformasi karakter seiring cerita,” jelasnya.

Kkeomeoksari dan Tantangan CGI

Serial ini mengandalkan CGI, termasuk makhluk bernama Kkeomeoksari yang disebut 'Groot-nya Joseon'.

>>> Festival Fanomenon 2027 Targetkan 500.000 Pengunjung, Jadikan Korea Ibu Kota Fandom Global

“Saya sudah tahu makhluk kecil itu akan sukses,” canda Nam.

“Ada model Kkeomeoksari di set, tapi harus disingkirkan saat syuting. Jadi saat latihan saya terus menatapnya dan menghafal penampilannya.”

Dalam tiga hari, 'The East Palace' mencatat 4,9 juta views dan masuk Top 10 di 27 negara, termasuk Hong Kong, Thailand, Filipina, dan India.