Bencana longsor di Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, membuat 2.104 jiwa terisolir. Akses jalan menuju Desa Lemowalia dan Desa Salubiro terputus total.

Kepala BPBD Sulteng, Asbudianto, menyatakan longsor terjadi pada Jumat (24/7) pukul 02.00 WITA.

>>> Kuwait dan Bahrain Kirim Jet Tempur Serang Target di Iran

Hujan lebat menyebabkan Sungai Swuya meluap dan mengikis tebing setinggi tiga meter di kawasan Salan Samoing Sunga.

Material longsor menutup badan jalan, sehingga kendaraan tidak bisa melintas.

>>> Ayah dan Anak Tewas di Palu, Istri Kritis Akibat Pembunuhan

Akibatnya, 500 KK atau 1.700 jiwa di Desa Salubiro dan 127 KK atau 404 jiwa di Desa Lemowalia terdampak.

>>> Pemusnahan 312 Ton MBM Berporcine, Tiga Lembaga Negara Tindak Tegas Pelanggaran Halal

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam peristiwa ini. Tim BPBD telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mempercepat penanganan.

Hingga saat ini, kedua desa masih terisolasi karena akses jalan belum dapat dilalui kendaraan. BPBD Sulteng mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan.

>>> Bantuan Top-up Gaji PNS: Mendagri Minta Pemda Efisien Dulu

Cuaca di kawasan tersebut masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas tinggi, sehingga risiko longsor tambahan masih ada.